Berita

Terobosan K3M MURIA Wonosobo Mencegah Bullying di Sekolah Lewat Gerakan STOP

PWMJATENG.COMWONOSOBO – Kelompok Kerja Madrasah (K3M) Muhammadiyah Rifaiyah Al Kayyis (MURIA) Wonosobo menggelar agenda Upgrading dan Kelompok Kerja Guru (KKG) di GOR MI Hamka. Langkah strategis ini menjadi komitmen nyata para pendidik untuk mencegah bullying di sekolah sekaligus membangun lingkungan belajar yang ramah dan inklusif.

Seluruh guru dan tenaga kependidikan se-wilayah K3M MURIA Wonosobo menghadiri kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka berfokus mengadopsi budaya kerja baru melalui gerakan STOP (Senyum, Tahan, Obrolkan, Peduli) sebagai solusi preventif kekerasan di lingkungan pendidikan.

Empat Pilar Gerakan STOP untuk Sekolah Ramah Anak

Narasumber utama, Babe Aries, menegaskan bahwa mencegah bullying di sekolah harus bermula dari perubahan sikap mental dan karakter pendidik. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga wajib menghadirkan keteladanan emosional bagi para siswa.

Guna menciptakan iklim sekolah ramah anak, Babe Aries merinci empat pilar gerakan STOP yang siap diterapkan di madrasah:

  • Senyum: Menjadikan sapaan hangat sebagai sarana pembuka komunikasi yang inklusif antara guru, siswa, dan sesama tenaga kependidikan.

  • Tahan: Melatih kesabaran dan pengelolaan emosi guru saat menghadapi dinamika pembelajaran agar terhindar dari tindakan represif.

  • Obrolkan: Membuka ruang dialog yang transparan dan kolaboratif untuk menyelesaikan setiap konflik internal secara damai.

  • Peduli: Menumbuhkan kepekaan terhadap kondisi emosional siswa serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah secara bersama.

Lewat penerapan gerakan STOP, madrasah tidak hanya mengejar keunggulan akademik semata. Pendekatan ini secara efektif mencegah bullying di sekolah melalui hadirnya guru-guru yang sabar, ramah, dan empatik.

Penguatan Kompetensi Guru dan Peran Komunitas

Ketua K3M MURIA Wonosobo, Yuwono, menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan kunci utama dalam menjawab tantangan pendidikan modern. Pihaknya mengarahkan seluruh warga madrasah agar menjadikan tugas mengajar sebagai ladang pengabdian yang bernilai ibadah.

Dukungan serupa mengalir dari perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mojotengah, Ristiadi, S.Pd. Ia menggarisbawahi bahwa guru memegang peran sentral dalam merancang peradaban masa depan, sehingga proses belajar guru harus berlangsung secara berkelanjutan.

Kegiatan upgrading ini berlangsung makin hangat berkat sinergi aktif Paguyuban Wali Murid MI Hamka. Selain menyajikan kuliner lokal untuk mempererat keakraban peserta, panitia juga membagikan aneka doorprize menarik di awal acara.

Melalui konsistensi gerakan STOP, K3M MURIA Wonosobo optimistis mampu mencegah bullying di sekolah secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus mengukuhkan posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan teladan yang berdaya saing tinggi.

Kontributor: Suparno
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/