Khazanah IslamKolom

Bolehkah Sholat Dhuha Berjamaah di Sekolah? Ini Hukum dan Dalil Lengkapnya!

Banyak lembaga pendidikan saat ini membiasakan siswanya untuk melaksanakan ibadah sunnah sebelum memulai pelajaran. Namun, sering kali ibadah tersebut dilakukan secara bersama-sama. Lantas, sebenarnya bolehkah sholat dhuha berjamaah dilakukan? Bagaimana hukum dan dalil sholat dhuha berjamaah menurut pandangan tarjih?

Bagi sebagian orang, sholat dhuha dikenal sebagai ibadah yang dikerjakan secara sendirian (munfarid). Namun, untuk kepentingan pendidikan ibadah (tarbiyyatul ‘ibadah) pada anak-anak, metode berjamaah kerap dipilih agar mereka lebih disiplin dan konsisten.

Pendidikan ibadah bagi seorang muslim memang harus dipupuk sejak dini agar mencapai derajat ihsan. Sebab, ibadah merupakan ruh bagi seorang hamba dalam melaksanakan tugas penciptaannya. Allah SWT berfirman dalam QS. Ad-Dzariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Ad-Dzariyat: 56).

Kewajiban mengabdi ini juga ditegaskan kembali dalam QS. Al-Baqarah ayat 21:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 21).

Tiga Dimensi Utama dalam Ibadah

Dilihat dari cara pelaksanaannya, ibadah dalam Islam dapat dikelompokkan ke dalam tiga bentuk utama:

1. Ibadah Hati

Ibadah ini berkaitan erat dengan keimanan, keikhlasan, dan arah niat di dalam dada. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564).

Niat yang ikhlas menjadi motor utama setiap ibadah fisik, sebagaimana sabda beliau lainnya:

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى

Artinya: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907).

2. Ibadah Lisan

Ibadah lisan diwujudkan melalui zikir, doa, hingga membaca Al-Qur’an. Rasulullah SAW pernah memberikan wasiat kepada seorang badui mengenai amalan terbaik:

لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya: “Hendaklah lisanmu selalu basah untuk berdzikir pada Allah.” (HR. Ahmad, 4: 188. Sanad shahih menurut Syaikh Syu’aib Al-Arnauth).

3. Ibadah Badan

Ibadah ini menggerakkan fisik manusia untuk melakukan amal saleh sesuai fungsinya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ سُلامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقةٌ ، كُلَّ يَوْمٍ تَطلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ : تَعدِلُ بَينَ الاِثْنَيْنِ صَدَقَةٌ ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ، فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا ، أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقةٌ ، والكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقةٌ ، وبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقةٌ ، وتُمِيْطُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ

Artinya: “Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedekah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari no. 2989 dan Muslim no. 1009).

Dalil Sholat Dhuha Berjamaah dari Hadis Shahih

Untuk memahami hukum bolehkah shalat dhuha berjamaah di sekolah atau di rumah, kita dapat merujuk pada hadis riwayat Itban bin Malik, seorang sahabat Nabi yang ikut serta dalam Perang Badar dari kalangan Ansar:

عَنْ عِتْبَانِ بْنِ مَالِكٍ وَهُوَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِمَّنْ شَهَدَ بَدْرًا مِنَ الْأَنْصَارِ أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى قَدْ أَنْكَرْتُ بَصَرِي وَأَنَا أُصَلَّى لِقَوْمِي وَإِذَا كَانَتِ الْأَمْطَارُ سَالَ الْوَادِي بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ وَلَمْ أَسْتَطِعْ أَنْ أَتَى مَسْجِدَهُمْ فَأَصَلِّي لَهُمْ وَوَدِدْتُ أَنَّكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ تَأْتِي فَتُصَلِّ فِي مُصَلَّ فَأَتَّخِذُهُ مُصَلًى قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: سَأَفْعَلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ. قَالَ عِتْبَانُ: فَغَدَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرِ الصِّدِّيقُ حِيْنَ ارْتَفَعَ النَّهَارُ فَاسْتَأْذَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَذِنْتُ لَهُ فَلَمْ يَجْلِسُ حَتَّى دَخَلَ الْبِيْتَ ثُمَّ قَالَ: أَيْنَ تُحِبُّ أَنْ تُصَلِّي مِنْ بَيْتِكَ. قَالَ: فَأَشَرْتُ إِلَى نَاحِيَةٍ مِنَ الْبَيْتِ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَبَّرَ فَقُمْنَا وَرَاءَهُ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ

Artinya: “Dari Itban bin Malik —dia adalah salah seorang sahabat Nabi yang ikut perang Badar dari kalangan Anshar— diriwayatkan bahwa dia mendatangi Rasulullah saw. lalu berkata: Wahai Rasulullah, sungguh aku sekarang tidak percaya kepada mataku (sudah kabur) dan saya menjadi imam kaumku. Jika musim hujan datang maka mengalirlah air di lembah (yang memisahkan) antara aku dengan mereka, sehingga aku tidak bisa mendatangi masjid untuk mengimami mereka, dan aku suka jika engkau wahai Rasulullah datang ke rumahku lalu shalat di suatu tempat shalat sehingga bisa kujadikan tempat shalatku. Ia meneruskan: Lalu Rasulullah saw. bersabda: ‘Akan kulakukan insya Allah’. Itban berkata lagi: Lalu keesokan harinya Rasulullah saw. dan Abu Bakar ash-Shiddiq datang ketika matahari mulai naik (waktu dhuha), lalu beliau meminta izin masuk, maka aku izinkan. Beliau tidak duduk hingga masuk ke dalam rumah, lalu bersabda: ‘Mana tempat yang kamu sukai aku shalat dari rumahmu?’ Ia berkata: Lalu aku tunjukkan suatu ruangan rumah. Kemudian Rasulullah saw. berdiri dan bertakbir, lalu kami pun berdiri (shalat) di belakang beliau. Beliau shalat dua rakaat kemudian mengucapkan salam.” (Muttafaq Alaih).

Meskipun hadis di atas tidak menyebutkan nama “sholat dhuha” secara eksplisit, para ulama menyimpulkan bahwa sholat sunnah yang dikerjakan Rasulullah SAW dan para sahabat di rumah Itban bin Malik pada saat matahari mulai naik tersebut adalah sholat dhuha.

Pandangan Fatwa Tarjih Muhammadiyah

Merujuk pada dalil riwayat Itban bin Malik di atas, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah (Keputusan SM, No. 22 tahun ke-91/2006) menetapkan bahwa hukum sholat dhuha berjamaah adalah BOLEH (mubah).

Namun, demi menjaga keselarasan ibadah sunnah ini, terdapat beberapa ketentuan penting yang perlu diperhatikan:

  • Tujuan Pendidikan (Ta’lim): Sholat dhuha pada dasarnya lebih utama jika dilaksanakan secara munfarid (sendiri). Sholat dhuha secara berjamaah diperbolehkan, khususnya untuk tujuan pengajaran, pembiasaan siswa di sekolah, atau kondisi mendesak tertentu.

  • Intonasi Bacaan (Sirr): Karena sholat dhuha dikerjakan di siang hari, maka imam wajib membaca bacaan sholatnya secara pelan (sirr), bukan dengan suara keras (jahr).

Kesimpulan

Melaksanakan sholat dhuha berjamaah di lingkungan sekolah dasar hingga menengah hukumnya adalah boleh dan sah secara syariat. Ini adalah bagian dari metode pendidikan yang baik demi membentuk karakter spiritual anak didik sejak usia dini.

Referensi: fatwatarjih.or.id

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://akperstg.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/