Berita

SMP Mutual Kota Magelang Beri Penghargaan kepada Guru Berprestasi

PWMJATENG.COMKOTA MAGELANG – Kepala SMP Muhammadiyah 1 Alternatif atau SMP Mutual Kota Magelang, Ahmad Haryanto, memberikan penghargaan kepada sejumlah guru berprestasi, Senin (27 April 2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai upaya membangun budaya kerja profesional di lingkungan SMP Mutual. Apresiasi diberikan berdasarkan program supervisi akademik dan survei kepuasan pelayanan siswa.

Guru Berprestasi SMP Mutual Dapat Apresiasi

Ahmad Haryanto menyampaikan bahwa profesionalitas guru menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing sekolah. Menurutnya, guru perlu terus berinovasi agar pembelajaran berjalan menarik dan bermakna bagi siswa.

“Salah satu tantangan daya saing sekolah itu soal profesionalitas dalam mengelola pembelajaran. Di tengah tantangan teknologi saat ini, guru harus memiliki inovasi agar pembelajaran menjadi menarik dan tidak menjenuhkan,” terang Ahmad Haryanto.

Ia menegaskan, guru tidak cukup hanya masuk kelas dan mengisi jam pembelajaran. Lebih dari itu, guru perlu menghadirkan pembelajaran yang menginspirasi, menyenangkan, dan memberi makna bagi siswa.

Penyerahan penghargaan dilakukan setelah upacara bendera hari Senin. Penghargaan diberikan di hadapan para siswa agar menjadi inspirasi bersama.

Menurut Ahmad, kompetisi prestasi tidak hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga bagi guru.

“Kita berusaha dalam satu tahun sekali ada supervisi akademik untuk semua guru. Ini menjadi ikhtiar kita dalam membangun budaya kerja profesional dan juga sebagai quality control,” tambahnya.

Tiga Kategori Penghargaan

Dalam kegiatan tersebut, sekolah memberikan penghargaan dalam tiga kategori. Ketiganya adalah guru terbaik supervisi akademik, guru teladan, dan guru profesional.

Kategori guru terbaik supervisi akademik diberikan kepada lima guru. Mereka adalah Isni Malika, guru IPA; Nurul Fadhila, guru Bahasa Inggris; Hesti Enggarwati Muntabingah, guru IPS; Devi Alfiyani, guru BK; dan Miftachul Jannah, guru PAI.

Untuk kategori guru teladan, penghargaan diberikan kepada Ayuk Windarti, guru Tahfidz; Krismantya, guru Matematika; dan Dzudin Annas Nasrullah, guru Tahfidz.

Adapun kategori guru profesional diberikan kepada Khomsin Adi Subroto, guru Bahasa Indonesia; Nugroho Budi Santoso, guru Matematika; dan Shabrina Khairuzzadi, guru Bahasa Arab.

Pembelajaran Kreatif dengan Point Hunting

Salah satu penerima penghargaan kategori terbaik supervisi akademik, Miftachul Jannah, menceritakan pengalaman mengajarnya saat supervisi. Ia menggunakan metode point hunting dalam pembelajaran sejarah Islam.

Melalui metode tersebut, siswa diajak aktif berburu soal dan mengumpulkan poin. Pembelajaran juga menggunakan media puzzle agar siswa lebih terlibat dalam proses belajar.

Siswa yang berhasil mengumpulkan poin tertinggi mendapatkan penghargaan. Cara ini dinilai mampu membuat pembelajaran lebih aktif, menyenangkan, dan menantang.

“Saya tidak menyangka menjadi bagian dari guru yang mendapatkan penghargaan. Saat itu kami hanya berdoa semoga supervisi lancar. Rasanya senang dan semakin termotivasi untuk memberikan pembelajaran yang terus lebih baik,” ujarnya.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi guru lain untuk terus belajar dan berinovasi dalam pembelajaran.

“Semoga kami dapat menginspirasi guru yang lain dan kita sama-sama tidak lelah belajar,” tambahnya.

Supervisi Jadi Pemetaan Mutu Guru

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sumber Daya Manusia dan Penjamin Mutu Internal SMP Mutual, Mita Meitasani, menyampaikan bahwa idealnya supervisi dilakukan dua kali dalam setahun.

Namun, karena keterbatasan waktu dan padatnya kegiatan sekolah, supervisi saat ini baru dapat dilaksanakan satu kali dalam setahun.

“Kami juga membuat angket untuk mengukur tingkat profesionalitas guru dari siswa. Bukan untuk membandingkan, tetapi ini berbasis data yang realistis sebagai pemetaan tim SDM untuk terus meningkatkan layanan di SMP Mutual,” tegasnya.

Melalui penghargaan ini, SMP Mutual berharap budaya kerja profesional semakin menguat. Sekolah juga ingin mendorong para guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, pelayanan, dan keteladanan bagi siswa.

Kontributor: Fury Fariansyah
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://lppm.isi-ska.ac.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777Pkv games