Gandeng Keraton Surakarta, IMM Azhar Basyir Bedah Relasi Budaya dan Keislaman

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Azhar Basyir UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Merawat Ingatan Surakarta: Budaya Keislaman dan Hukum dalam Bingkai Kebangsaan” di Gedung Induk Siti Walidah UMS, Sabtu (31/1/2026).
Ketua Umum PK IMM Azhar Basyir, Andifa Nurasyam Zuhdi, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah ikhtiar intelektual untuk meredam dikotomi antara agama dan budaya. “Budaya dan agama justru saling membentuk praktik sosial, hukum, hingga politik di Surakarta. Mahasiswa punya tanggung jawab moral untuk merawat ingatan kolektif ini,” jelasnya.

Hadir sebagai narasumber utama, Dra. GKR Moes Moertiyah Wandansari, M.Pd. (Gusti Moeng) dari Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta. Beliau menekankan posisi vital Surakarta dalam fase awal berdirinya Republik Indonesia. Menurutnya, penguatan sejarah lokal adalah bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab kebangsaan yang sering kali terlupakan oleh generasi muda.
Seminar ini juga menghadirkan pakar hukum dan kebijakan, Muh. Fitrah Yunus, S.IP., M.H. (Trilogia Institute) serta akademisi Universitas Muhammadiyah Palu, Moh. Ikbal, S.H., M.H. Diskusi semakin dinamis saat forum membedah wacana keistimewaan Surakarta dari sudut pandang sejarah dan hukum secara konstruktif.

Ketua LP3A UMS, Dr. Bambang Sukoco, S.H., M.H., dalam sambutannya mengapresiasi kampus sebagai ruang dialog yang sehat. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu sejarah lokal dan identitas budaya masih sangat relevan di tengah arus modernitas. Melalui forum ini, PK IMM Azhar Basyir berharap lahir kesadaran kolektif untuk menjaga nilai-nilai kultural dan religius sebagai pilar kehidupan bernegara.
Editor: Al-Afasy



