Adopsi Rahasia Atlet Tiongkok, Penjas FKIP UMS Integrasikan Sport Science Wuhan

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi mengadopsi teknologi sport science modern milik Wuhan Sports University (WHSU) Tiongkok usai merampungkan implementasi kerja sama akademik di Wuhan pada 16–19 Juli 2026.
Penerapan teknologi modern ini menjadi fokus utama dalam agenda penandatanganan serta implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua institusi di Tiongkok. Melalui kerja sama ini, Program Studi Penjas FKIP UMS berkomitmen mempercepat transformasi kurikulum berbasis digital dan analisis data performa olahraga. Langkah strategis tersebut diambil untuk merespons kebutuhan pembinaan atlet modern yang makin bergantung pada ketepatan data ilmiah.
Delegasi UMS mempelajari secara langsung pemanfaatan laboratorium fisiologi olahraga, laboratorium biomekanika, hingga pusat kebugaran atlet prestasi milik WHSU. Selain itu, tim UMS melihat langsung penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan sensor gerak dalam memantau kondisi fisik atlet elite Tiongkok. Pengalaman berharga ini menjadi acuan utama UMS dalam merancang infrastruktur serta skema riset sport science ums ke depan.
Dorong Kualitas Akademik dan Daya Saing Global
Ketua Program Studi Penjas FKIP UMS menegaskan pentingnya adopsi teknologi dunia untuk memperkuat kapasitas akademik nasional. Langkah ini menjadi fondasi utama dalam mencetak tenaga pendidik serta pelatih olahraga yang adaptif terhadap era digital.
“Implementasi MoU ini merupakan wujud nyata komitmen Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS dalam mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui jejaring internasional. Kami percaya bahwa kolaborasi dengan Wuhan Sports University tidak hanya memperluas ruang akademik bagi dosen dan mahasiswa, tetapi juga menjadi jembatan untuk melahirkan penelitian inovatif, pembelajaran yang lebih berkualitas, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak global,” ujar Ketua Program Studi Penjas FKIP UMS, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or.
Eko menambahkan bahwa internasionalisasi bukan sekadar memperbanyak dokumen kerja sama di atas kertas. Sebaliknya, proses ini fokus membangun ekosistem akademik yang mendorong pertukaran pengetahuan, budaya ilmiah, serta inovasi teknologi olahraga ums. Menurutnya, penguasaan penjas ums china terhadap fasilitas kelas dunia akan memperkaya wawasan civitas akademika dalam menjawab tantangan masa depan.
Kolaborasi Riset dan Fasilitas Modern Wuhan Sports University
Pihak WHSU menyambut baik sinergi strategis ini karena kedua kampus memiliki visi serupa dalam pengembangan olahraga berbasis riset. Mereka menilai UMS memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan teknologi olahraga di Indonesia.
“Kami memiliki visi yang sama dalam mengembangkan pendidikan olahraga berbasis riset dan inovasi. Implementasi MoU ini menjadi awal bagi berbagai program akademik yang saling menguntungkan, mulai dari penelitian kolaboratif, pertukaran civitas academica, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia,” ujar Pimpinan Delegasi Wuhan Sports University, Dr. Du Geng.
Sebagai langkah konkret, kedua pihak telah menyepakati sejumlah program prioritas yang akan segera berjalan. Program tersebut meliputi riset kolaboratif untuk jurnal internasional, kuliah tamu pakar, student mobility, hingga penyelarasan kurikulum standar global. Melalui kolaborasi ini, Penjas FKIP UMS siap menghadirkan terobosan baru dalam pembinaan olahraga nasional yang terukur dan berbasis sains.
Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy



