Tantang Era Digital, FKIP UMS Gandeng Universitas Terbuka Rancang Guru Masa Depan
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – FKIP UMS menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas jejaring kerja sama akademik nasional. Langkah nyata tersebut mereka buktikan melalui kunjungan kerja strategis bersama jajaran pimpinan FKIP Universitas Terbuka (UT) pada Rabu (20/5). Melalui sinergi ini, kedua kampus raksasa tersebut sepakat mematangkan sistem tata kelola fakultas yang lebih adaptif.
Pertemuan penting tersebut berlangsung hangat di lingkungan kampus jurnalan setempat. Pada kesempatan itu, pimpinan fakultas menyambut langsung kedatangan delegasi UT. Sebab, momentum ini menjadi ruang krusial untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam mencetak calon guru yang siap menghadapi tantangan zaman.
Adapun rombongan dari Universitas Terbuka membawa formasi lengkap dalam kunjungan ini. Delegasi mereka terdiri atas Dekan, Wakil Dekan Bidang Akademik, serta para Ketua Program Studi PGSD dan Pendidikan Kimia. Kehadiran para pejabat tersebut mendapat sambutan hangat dari jajaran program studi internal FKIP UMS.
Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi
Selama diskusi berlangsung, kedua belah pihak secara intensif membahas berbagai peluang kerja sama yang berkelanjutan. Fokus pembicaraan mereka meliputi penguatan tridarma perguruan tinggi serta inovasi pembelajaran berbasis teknologi terbaru. Selain itu, kedua institusi juga sepakat merancang kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat.
Terkait hal tersebut, Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, S.Pd., M.Hum., memberikan pandangan tajam mengenai arah pendidikan modern. Ia menegaskan bahwa kampus zaman sekarang tidak boleh hanya berfokus mencetak lulusan terpelajar. “Lebih dari itu, perguruan tinggi wajib menjelma menjadi motor penggerak perubahan sosiologis,” ungkap Anam pada Senin (25/5).
“Oleh karena itu, hari ini kita tidak lagi berbicara tentang siapa kampus yang paling besar,” tegas Anam. Menurutnya, persaingan global kini lebih menghargai siapa yang paling siap berkolaborasi dan berinovasi. Maka dari itu, kerja sama dengan Universitas Terbuka menjadi energi baru untuk melahirkan generasi guru yang kreatif dan progresif.
Fokus Layanan Kuliah Hybrid
Mendengar penjelasan tersebut, perwakilan Universitas Terbuka menyampaikan apresiasi tinggi atas atmosfer akademik yang luar biasa. Pihak UT bahkan menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap pola layanan pendidikan digital yang berjalan di Solo. Oleh sebab itu, mereka memanfaatkan momentum ini sebagai sarana benchmarking yang efektif.
Dalam sesi tanya jawab, kedua tim saling bertukar gagasan mengenai penerapan metode kuliah hybrid. Topik hangat ini mencakup strategi peningkatan literasi digital mahasiswa serta optimalisasi kompetensi para dosen. Dengan demikian, program kerja sama ini tidak akan berhenti sebagai agenda seremonial belaka di atas kertas.
Sebagai penutup, Anam kembali menegaskan komitmen FKIP UMS untuk terus membuka pintu kolaborasi secara internasional. Pihaknya percaya bahwa kemajuan mutu pendidikan tinggi nasional hanya bisa terwujud lewat gotong royong yang kokoh. Harapannya, hasil nyata dari pertemuan ini bisa segera memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.
Kontributor: Fika
Editor: Ayma



