UMPP Hadirkan Menteri Dikdasmen, Bahas Sekolah Aman dan Bermartabat

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN — Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam dialog pendidikan bertema “Menata Fondasi Belajar: Menciptakan Sekolah Aman, Nyaman, dan Bermartabat bagi Guru dan Siswa”, Jumat (3/4/2026). Kegiatan di Lantai 7 Gedung Rektorat UMPP itu dihadiri sekitar 200 peserta dari unsur dinas pendidikan, guru, kepala sekolah, dan mahasiswa.
Rektor UMPP, Nur Izzah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Dikdasmen beserta jajaran dan pemerintah daerah. Ia berharap forum tersebut memperkuat semangat bersama untuk memajukan pendidikan. “Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan semangat kita semua untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Dalam paparannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kebijakan pendidikan dasar dan menengah selaras dengan ASTA CITA keempat, yakni membangun sumber daya manusia unggul dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menyebut, “Kemendikdasmen memiliki visi ‘Mewujudkan Pendidikan bermutu melalui partisipasi semesta’.”
Menurutnya, pemerintah berupaya memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang bermutu, baik melalui jalur formal, nonformal, maupun informal. Untuk itu, sejumlah program disiapkan, seperti Paket A, B, dan C, Sekolah Satu Atap, pembelajaran jarak jauh, serta penguatan PKBM.

Selain akses, pemerintah juga menaruh perhatian pada mutu pendidikan melalui revitalisasi sarana, digitalisasi pembelajaran, dan penambahan teknologi di sekolah. “Di tahun ini akan ada penambahan IFP (interactive flat panel) untuk setiap sekolah,” kata Abdul Mu’ti.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru melalui pendidikan profesi, sertifikasi, dan pelatihan berkelanjutan. Menurut dia, “Guru tidak hanya menjadi agent of change tapi juga menjadi agent of civilization.”
Pada aspek pembelajaran, Abdul Mu’ti menyoroti pendekatan deep learning sebagai respons terhadap learning loss pascapandemi. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran harus berlangsung secara mindful, meaningful, dan joyful.
Isu sekolah aman dan nyaman turut menjadi perhatian. “Setiap guru harus menjadi guru wali untuk mendampingi siswa,” tegasnya.
Sesi diskusi berlangsung dinamis. Peserta menyoroti bantuan teknologi bagi madrasah, kesehatan mental siswa dan guru, kebijakan SPMB, hingga perhatian terhadap SLB swasta. Dialog ini diharapkan memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, aman, nyaman, dan bermartabat.
Editor: Al-Afasy



