Terobosan Baru! DAM Haji Muhammadiyah Kini Bisa Disembelih di Pekalongan

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – KBIHU Miftahul Ulum Pekalongan resmi menggandeng Lazismu Kabupaten Pekalongan untuk mengelola DAM Haji Muhammadiyah. Langkah strategis ini merespon Fatwa Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait lokasi penyembelihan hewan hadyu.
Kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Rabu, 6 Mei 2026, di Ruang Rapat KSPPS BTM Pekalongan. Ketua KBIHU Miftahul Ulum, H. Imam Kamaluddin, bersama Ketua Lazismu Pekalongan, M. Ali Sofyan, memimpin langsung prosesi tersebut. Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Mulyono, juga turut menyaksikan kesepakatan ini.
Implementasi Fatwa Tarjih Muhammadiyah
Imam Kamaluddin menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan menjalankan amanat jamaah haji secara transparan. Menurutnya, pemanfaatan DAM Haji Muhammadiyah akan jauh lebih terasa manfaatnya jika pelaksanaannya berada di wilayah lokal.
“Kami berkoordinasi dengan PDM untuk memastikan pengelolaan ini menjaga sisi kesyariahan,” ujar Imam. Ia juga meminta Lazismu membantu jamaah haji tamattu’ dalam mendistribusikan daging sembelihan tersebut. KBIHU tetap memegang fungsi kontrol agar penyaluran tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sinergi Pengelolaan DAM Haji Muhammadiyah
Ketua Lazismu Pekalongan, M. Ali Sofyan, menyambut baik kepercayaan besar ini. Ia mengungkapkan bahwa koordinasi mengenai teknis penyembelihan sudah berlangsung cukup lama. Akhirnya, momentum penandatanganan MoU ini menjadi legalitas resmi untuk mengelola DAM Haji Muhammadiyah secara profesional.
Di sisi lain, Drs. H. Mulyono selaku Ketua PDM Kabupaten Pekalongan mengapresiasi keberanian jamaah dalam mengikuti fatwa terbaru. Dinamika pembahasan fatwa ini memang luar biasa di tingkat pusat maupun daerah. Namun, mayoritas jamaah KBIHU Miftahul Ulum kini mantap menjalankan keputusan organisasi tersebut.
Meningkatkan Nilai Kebermanfaatan
Mulyono berharap kolaborasi ini memperluas dampak positif bagi warga Pekalongan. Ia merekomendasikan beberapa titik distribusi yang saat ini masih kekurangan akses protein hewani. Dengan demikian, nilai kebermanfaatan ibadah haji tidak hanya berhenti di tanah suci.
Melalui sinergi ini, pengelolaan DAM Haji Muhammadiyah menjadi lebih sistematis. Program ini membuktikan bahwa ijtihad organisasi mampu memberikan solusi sosial yang nyata bagi umat di tanah air.
Baca Juga: KBIHU Zamzam Colomadu Luncurkan Website Resmi Saat Pembukaan Manasik Haji 2027
Kontributor: Nanang
Editor: Al-Afasy



