Berita

Doktor UMS Ciptakan Model Bi-Rahmah, Solusi Ampuh Cegah Bullying di Sekolah

PWMJATENG.COM, SURAKARTA –  Siti Rahmawati baru saja meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Melalui capaian ini, ia membawa solusi inovatif yang ampuh untuk cegah bullying di sekolah Islam. Selanjutnya, kampus mengukuhkan gelar akademiknya pada Sidang Terbuka di Amphiteater Kampus 1 UMS, Selasa (4/8/2026).

Siti lulus dengan kebanggaan predikat cumlaude. Lebih hebatnya lagi, ia berhasil mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88. Sebagai hasilnya, keberhasilan ini otomatis menjadikannya doktor ke-68 dari program studi tersebut.

Perempuan inspiratif ini mempertahankan disertasi yang sangat relevan dengan isu terkini. Khususnya, ia mengangkat tema pengembangan Model Bi-Rahmah. Oleh karena itu, langkah strategis ini menjadi cara baru untuk cegah bullying di sekolah.

Prof. Dr. M.A. Fattah Santoso dan Prof. Dr. Sabar Narimo membimbing penuh penelitian penting ini. Dalam prosesnya, mereka mengarahkan Siti untuk menjawab masalah perundungan anak secara komprehensif. Selain itu, pendekatan penelitian ini fokus pada penguatan pendidikan karakter di lingkungan pendidikan Islam.

Fakta Mengejutkan Kasus Perundungan

Siti memaparkan fakta mengejutkan langsung dari hasil penelitiannya. Awalnya, ia menemukan banyak kasus perundungan di lima lembaga pendidikan Islam. Bahkan, ia berhasil mengidentifikasi 118 kasus selama riset berlangsung.

Bentuk perundungan verbal rupanya sangat mendominasi temuan tersebut. Tercatat, angka kasus lisan ini mencapai porsi 39 persen. Berdasarkan data ini, masalah tersebut sungguh membutuhkan perhatian ekstra dari semua pihak.

“Banyak pihak sering menganggap kasus ini sekadar candaan biasa,” tegas Siti. Faktanya, ia sering menemukan siswa mengejek nama orang tua temannya. Akibatnya, praktik buruk ini kerap luput dari catatan laporan resmi institusi.

Kondisi lapangan ini menunjukkan sebuah kesenjangan yang teramat besar. Sebab, laporan resmi sekolah sering kali tidak sesuai dengan realitas pahit para siswa. Dengan demikian, dunia pendidikan sangat membutuhkan strategi baru.

Integrasi Nilai Al-Qur’an dan Psikologi

Siti lantas mengembangkan Model Bi-Rahmah untuk mengatasi masalah mendesak tersebut. Untuk tujuan ini, ia mengintegrasikan nilai kesabaran, kasih sayang, dan sikap lapang dada. Di samping itu, peneliti juga memasukkan unsur kesadaran spiritual ke dalam model pembelajaran ini.

Model inovatif ini memadukan pendekatan spiritual dengan metode kinestetik dan permainan peran. Sehingga, siswa tidak lagi sekadar menghafal teori kebaikan di kelas. Sebaliknya, mereka langsung mempraktikkan nilai tersebut untuk cegah bullying di sekolah.

Sepuluh pakar lintas bidang telah menguji keandalan model pembelajaran ini. Hasilnya, para ahli psikologi dan praktisi pendidikan memberikan nilai validasi Aiken’s V sebesar 0,84. Tentu saja, angka impresif ini membuktikan karya tersebut sangat valid.

Siti terus menyempurnakan model ini setelah mendapat berbagai masukan kritis dari pakar. Sebagai contoh, ia menambahkan aneka contoh kasus perundungan yang paling nyata. Pada akhirnya, penambahan materi ini membuat siswa lebih mudah mencerna pelajaran.

Menginspirasi di Usia Senja

Penelitian mendalam ini juga sukses melahirkan Teori Ekosistem Bi-Rahmah. Secara khusus, teori baru ini fokus membangun empati dan pembiasaan perilaku positif anak. Buktinya, kampanye nyata “No Ghibah, Yes Rahmah” menjadi salah satu wujud praktis penerapannya.

Prof. Fattah Santoso sangat mengapresiasi semangat pantang menyerah dari Siti. Terlebih lagi, promotor ini memuji mahasiswanya yang tangguh meraih gelar doktor pada usia 58 tahun. Kenyataannya, usia senja terbukti sama sekali tidak menyurutkan nyala api akademiknya.

“Beliau menjadi teladan nyata untuk proses belajar sepanjang hayat,” ungkap Guru Besar UMS tersebut. Oleh karena itu, ia mendorong Siti untuk terus melanjutkan eksplorasi penelitiannya. Pasalnya, evaluasi lanjutan pasti akan membuat model ini semakin sempurna.

Keberhasilan promosi ini mempertegas komitmen kuat UMS bagi masyarakat luas. Sejalan dengan hal tersebut, kampus terus mendorong kemunculan riset yang menyelesaikan masalah sosial. Harapannya, inovasi ini segera menjadi rujukan utama untuk cegah bullying di sekolah Islam.

Kontributor: Yusuf
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/