Bidik 4 Juta Peluang Karier, Universitas Saintek Muhammadiyah Siapkan SDM untuk Green Jobs

PWMJATENG.COM, JAKARTA – Krisis iklim global kini bertransformasi menjadi peluang ekonomi baru bagi generasi muda. Menanggapi proyeksi pembangunan nasional yang berpotensi menciptakan hingga 4 juta tenaga kerja hijau (green jobs), Universitas Saintek Muhammadiyah bersama Koaksi Indonesia dan GreenFaith Indonesia menggelar forum “Ruang Aksi Goes to Campus” di Jakarta, Rabu (25/2).
Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan perspektif bahwa transisi energi bukan sekadar tantangan lingkungan, melainkan ruang kontribusi profesional yang luas dan inklusif.
Wakil Rektor I Universitas Saintek Muhammadiyah, Imam Suprapta, S.E., M.M., menegaskan pentingnya mahasiswa memperluas perspektif masa depan. “Forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menemukan peran mereka di masa depan. Karier kini harus berkelindan dengan tanggung jawab lingkungan,” ujarnya.
Direktur Kemitraan Strategis Koaksi Indonesia, Indra Sari Wardhani, menambahkan bahwa green jobs memiliki tiga pilar utama: berkontribusi pada kelestarian lingkungan, layak/adil bagi pekerja, dan inklusif bagi semua kalangan. “Ini bukan sekadar tren, melainkan bagian dari transformasi ekonomi global menuju keberlanjutan,” jelas Indra.
Uniknya, diskusi ini juga menyentuh sisi spiritual melalui paparan Syahrul Ramadan, Circle Manager GreenFaith Indonesia. Ia memperkenalkan konsep Ekoteologi—sebuah cara pandang yang mengaitkan ajaran agama dengan tanggung jawab ekologis.
“Manusia sebagai khalifah memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan alam. Green jobs adalah bentuk aksi nyata dari nilai iman di era modern,” ungkap Syahrul, menekankan bahwa teknologi saja tidak cukup tanpa kesadaran spiritual.
Dalam sesi gelar wicara yang dimoderatori oleh Raihan Febriansyah, narasumber dari berbagai sektor membedah kesiapan Indonesia:
- Pemerintah: Didik Hadiyanto (PPSDM KEBTKE) memaparkan penguatan keterampilan SDM melalui sertifikasi energi terbarukan.
- Industri: Aki Soehartono (Inovasi Dinamika Pratama) menekankan bahwa peluang kerja terbuka luas bagi bidang komunikasi dan sosial, tidak hanya tenaga teknis.
- Komunikasi & Kampanye: Fitrianti Sofyan (Koaksi Indonesia) menegaskan inklusivitas green jobs bagi berbagai latar belakang keilmuan.
- Akademisi: Mario Zulhadi Amrullah (USM) menyoroti pentingnya kampus menjembatani kolaborasi antara pemerintah dan industri dalam kurikulum hijau.
Diskusi ini menyimpulkan bahwa kampus memiliki peran strategis sebagai inkubator inovasi dan kesadaran lingkungan. Dengan persiapan yang matang, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam transisi energi, tetapi menjadi aktor utama yang membangun karier di sektor masa depan.
Editor: Al-Afasy



