Berita

Lestarikan Warisan Budaya, Siswa di Petukangan Terjun Langsung Belajar Membatik Selama Dua Pertemuan

PWMJATENG.COMPEKALONGAN — Siswa-siswi kelas 5 baru saja menyelesaikan pengalaman belajar membatik yang sangat berkesan. Selama dua pertemuan, mereka terjun langsung mempraktikkan seni warisan budaya ini di Pendopo Gemah Semilir.

Kegiatan kokurikuler ini bertujuan mengasah kreativitas sekaligus mengenalkan tradisi kepada generasi muda. Siswa tidak hanya menonton, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap tahapan teknis pembuatan batik.

Tahapan Awal: Teknik Mencanting dan Nyolet

Pertemuan pertama berlangsung pada Sabtu (25/4/2026). Setelah mendapatkan pembekalan dari wali kelas, setiap siswa menerima kaos polos sebagai media praktik utama.

Para pengrajin batik lokal membimbing langsung proses mencap kaos menggunakan canting dan malam. Siswa secara bergantian menuliskan nama mereka sendiri dengan teliti menggunakan cairan malam yang panas.

Setelah proses mencanting selesai, siswa melanjutkan ke tahap pewarnaan atau nyolet. Mereka bebas mengekspresikan kreativitas warna sebelum menjemur hasil karyanya hingga kering sempurna.

Proses Mbabar: Teknik Mewarnai Batik Secara Detail

Memasuki pertemuan kedua pada Sabtu (2/5/2026), siswa mempelajari proses lanjutan yang lebih kompleks. Mereka mengawali kegiatan dengan mencuci kain untuk menghilangkan sisa kanji agar warna meresap maksimal.

Selanjutnya, siswa melakukan proses mbabar atau mencelupkan kain ke dalam larutan warna secara berulang. Teknik ini sangat penting untuk menghasilkan tingkatan warna yang pekat dan tajam pada kain.

Proses kemudian berlanjut ke tahap fiksasi dengan merendam kain dalam larutan pengunci seperti waterglass. Langkah ini memastikan warna batik tidak mudah luntur dan tetap awet saat digunakan nanti.

Menanamkan Rasa Cinta Warisan Budaya

Kepala MIM Kauman, Muhammad Sukron, S.Pd.I, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme seluruh siswa. Beliau menegaskan bahwa belajar membatik adalah cara efektif untuk mencintai budaya bangsa sejak dini.

Wali kelas 5, Nok Idah, S.Pd.I, juga mengamati kegembiraan para siswa selama praktik berlangsung. Menurutnya, belajar langsung dari pakarnya memberikan pengalaman yang jauh lebih membekas daripada sekadar teori di kelas.

Roziq Hanan Ardiansyah, salah satu siswa, mengaku sangat bangga dengan hasil karyanya. Meskipun awalnya merasa sulit, ia merasa puas bisa menyelesaikan seluruh proses belajar membatik tersebut dengan tangan sendiri.

Kontributor: Imam
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/