Kalahkan Malaysia-Singapura, Amira Sabet 2 Emas Java Open Line Dance 2026

PWMJATENG.COM, Magelang — Amira Nugraheni Syahida, siswi SMP Mutual Kota Magelang, sukses memborong dua medali emas dalam ajang internasional Java Open Line Dance 2026 setelah menyisihkan puluhan pesaing dari Malaysia hingga Singapura pada Senin (6/4/2026). Prestasi gemilang ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai talenta muda berbakat di bidang seni tari kinestetik.
Amira sukses membawa pulang dua medali emas sekaligus melalui kategori kompetisi berkelompok dan mandiri. Keberhasilan ini menjadi sangat prestisius karena ajang Java Open Line Dance 2026 tersebut melibatkan puluhan peserta dari mancanegara. Selain Indonesia, negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura turut mengirimkan talenta terbaik mereka dalam kejuaraan ini.
“Saya terus percaya diri. Itu modal utama untuk terus berprestasi,” ujar Amira Nugraheni Syahida dengan penuh semangat saat ditemui di Kota Magelang.
Dukungan Keluarga dan Proses Berlatih
Siswa kelas VIII SMP Mutual Kota Magelang ini mengaku bahwa mental juaranya tidak muncul secara instan. Sebaliknya, ia harus melalui proses latihan panjang sejak duduk di bangku sekolah dasar. Meskipun awalnya sempat merasa tidak percaya diri di atas panggung, namun dorongan orang tua berhasil mengubah ketakutan tersebut menjadi prestasi.
Menurutnya, peran ayah dan bunda sangat krusial dalam mengontrol dan mengarahkan potensinya hingga ke tingkat internasional. Keberhasilan ini pun menambah deretan panjang prestasi siswa SMP Magelang di kancah internasional. Amira pun merasa bangga karena mampu membuktikan kemampuannya bersaing dengan peserta lintas negara.
“Tentu tanpa doa dan support ayah bunda, saya tidak bisa seperti ini. Alhamdulillah, ayah bunda selalu support dan mengarahkan,” tambahnya kembali.
Iklim Belajar di SMP Mutual Magelang
Kepala SMP Mutual Kota Magelang, Ahmad Haryanto, menyatakan bahwa sekolah terus berkomitmen mendukung bakat unik setiap siswa. Amira merupakan contoh nyata bagaimana juara Line Dance internasional bisa lahir dari lingkungan sekolah yang inklusif. Ia tetap aktif berorganisasi di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tanpa mengabaikan jadwal latihan tari profesionalnya.
Ahmad juga menambahkan bahwa capaian Amira Nugraheni Syahida membuktikan bahwa sekolah swasta di Magelang mampu memberikan layanan pendidikan yang inovatif. Harapannya, prestasi ini mampu menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus berkemajuan dalam bidang masing-masing. Oleh karena itu, sekolah akan terus menjaga iklim belajar yang nyaman demi mencetak talenta-talenta baru di masa depan.
Kontributor : Fury Fariansyah
Editor: Al-Afasy



