Akhlak Mulia: Indikator Nyata Ketaqwaan dan Cermin Ibadah yang Sempurna

Oleh : Ir. Joko Triyanto, M.Kom., M.Pd.I. (Wakil Ketua PWPM Jawa Tengah)
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي مَنَّ عَلَيْنَا بِالْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ . أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِينِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa. Yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Hadirin yang berbahagia, Ketakwaan bukanlah sekadar ucapan di lisan, melainkan sebuah komitmen totalitas seorang hamba kepada Sang Pencipta. Allah SWT berfirman dalam QS. Ali ‘Imran ayat 102:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
Ayat ini memberikan kita dua pesan utama:
- Kualitas Takwa: Kita diminta bertakwa dengan haqqa tuqatih, yaitu ketaatan yang tulus, selalu mengingat Allah tanpa melupakan-Nya, dan bersyukur tanpa mengufuri nikmat-Nya.
- Istiqamah: Kita diperintahkan untuk menjaga keislaman kita hingga embusan napas terakhir.
Jamaah yang dimuliakan Allah, Lantas, bagaimana cara kita melihat bukti nyata dari ketakwaan seseorang? Salah satu indikator utamanya adalah melalui Akhlak. Takwa adalah hubungan vertikal kita kepada Allah (Hablum Minallah), sedangkan akhlak adalah wujud nyata ketakwaan tersebut dalam hubungan horizontal dengan sesama manusia (Hablum Minannas). Rasulullah ﷺ menegaskan misi utama pengutusan beliau:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Al-Baihaqi & Ahmad).
Hadits ini menunjukkan bahwa inti dari ajaran Islam adalah perbaikan moral dan budi pekerti. Shalat, puasa, dan zakat yang kita lakukan seharusnya membuahkan hasil berupa sifat jujur, amanah, rendah hati, dan kasih sayang kepada sesama. Tidak sempurna iman seseorang jika ia rajin beribadah namun lisannya masih menyakiti tetangganya, atau perilakunya masih merugikan orang lain.
Sudahkah kita memiliki sifat jujur, amanah, rendah hati, dan selalu berkata baik?
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah, Sebagai kesimpulan khutbah pertama ini, marilah kita pahami bahwa takwa dan akhlak adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah pasti akan tercermin dalam keindahan akhlaknya. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita agar menjadi hamba yang bertakwa secara batin dan berakhlak mulia secara lahir, serta mewafatkan kita dalam keadaan husnul khatimah.
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Di akhir khutbah ini, marilah kita berdoa agar Allah senantiasa menguatkan iman kita dan menghiasi diri kita dengan akhlak yang mulia seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad ﷺ.
إِنَّ اللهَ وَمَلَائكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ, وَالْمُؤْ مِنِيْنَ وَالْمُؤْ مِنَاتِ, اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْواتِ, اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا ، وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ. وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً، وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ. رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيا حَسَنَةً وَفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ. وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Editor: Al-Afasy



