BudayaKabar DaerahTokoh

Dua Dalang Cilik SD Muhammadiyah 1 Ketelan Siap Tampil Kekinian

PWMJATENG.COM, SOLO – Sebanyak 2 dalang cilik Sekolah Budaya SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta akan dipentaskan di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam rangka hari jadi UMS ke-63.

Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti MPd melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Jatmiko mengatakan, pementasan akan memadukan berbagai unsur seni, di antaranya seni olah sabet wayang; didukung Khosyi Athaya Al Hayuu (Trombone) berpengalaman Pra Event SIPA 2021 bersama Band Burnout; Orkes Keroncong Lentera pada tahun 2019; dan Yeremia Caesar Omega (Saxophone) yang pernah tampil di International Gamelan Festival 2018 (karawitan & musik). Sejalan visi dan misi UMS pada tahun 2025, di mana UMS menjadi pusat pendidikan dan pengembangan IPTEKS yang Islami dan memberi arah perubahan.

Pertunjukan ini dikemas secara apik dengan pendekatan populis dan berorientasi dakwah. Penyampaian dakwah melalui lagu telah menjadi kearifan lokal masyarakat sejak zaman Sunan Kalijaga.

“Besok sabtu malam ahad 13 November 2021, 2 dalang cilik SD Muh 1 ananda Gibran dan Brama juga akan membawakan Gendhing Pepeling karya Ki Anom Suroto, bertujuan mengajak orang beribadah,” ujar Jatmiko, kepada para jurnalis, Jum’at (12/11/2021)

Baca juga, Hujan Tak Surutkan Semangat Warga Ikut Vaksinasi di SMK Muhammadiyah Kedungwuni

Pergelaran dikemas secara dinamis, atraktif, komunikatif, kekinian (populer) dengan sasaran penonton generasi milenial; memanfaatkan YouTube, Instagram, dan sebagainya, sebelum akhirnya bisa fenomenal secara offline.

Seni pewayangan, kini tak hanya dikuasai oleh orang dewasa saja. Saat ini sudah banyak lahir bibit-bibit yang menggemari wayang untuk menjadi dalang profesional, sebut saja Ki Agung Dalang Muda Muhammadiyah berkemajuan.

“Di SD Muhammadiyah 1 Ketelan ada dalang muda berkemajuan Ki Agung Sudarwanto M.Sn., pernah bercerita ke saya bahwa dirinya pernah diundang pentas di rumah al marhum Ki Manteb Soedharsono di Karangpandan dan Ki Anom Suroto. Pada tahun 1991, di tunjuk TVRI Surabaya untuk siaran dengan lakon Babad Alas Mrentani. Lalu pentas di RRI Semarang dan di Sragen dengan arahan almarhum Ki Prenggo Darsono dan almarhum Ki Gondo Darman,” ujarnya.

Sementara itu Ki Agung menegaskan, dengan pentas ini juga untuk menunjukkan bahwa seni budaya, khususnya wayang kulit masih eksis.

Menurutnya, dalam kondisi apapun seni budaya harus dirawat dan dikembangkan, karena seni budaya harus mengikuti perkembangan zaman walaupun di tengah pandemi Covid-19.

Kontributor : Jatmiko
Editor : Muhammad Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE