LDK PWM Jateng Gandeng UMKM Kuliner Halal, Perkuat Ekosistem Dakwah Komunitas
PWMJATENG.COM, SEMARANG – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah resmi menggandeng pelaku UMKM untuk memperkuat kuliner halal Jawa Tengah. Langkah strategis ini mengemuka dalam agenda Konsolidasi Organisasi dan Sosialisasi Penguatan Komunitas Kuliner Halal di Hotel Grasia Semarang, Sabtu (31/10/2026).
Gerakan ini merangkul pelaku usaha kuliner, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), rumah sakit, serta jajaran amal usaha Muhammadiyah. Melalui sinergi lintas sektor, Muhammadiyah berkomitmen membangun kekuatan ekonomi berbasis produk halal yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Ketua Umum MUI Jawa Tengah Prof. Dr. Noor Ahmad, M.A. hadir sebagai narasumber utama. Selain itu, hadir pula Wakil Ketua PWM Jawa Tengah Prof. Dr. H. Abdul Fattah Santoso, M.Ag. serta Ketua LDK PWM Jawa Tengah Dr. H. AM Jumai, S.E., M.M. Mitra bisnis seperti Asosiasi Pedagang Mie Ayam dan Bakso (APMISO) turut memadati lokasi acara.
Pentingnya Penelusuran Sertifikasi Halal
Dalam paparannya, Ketua Umum MUI Jawa Tengah Prof. Noor Ahmad menegaskan vitalnya pemastian sertifikasi halal secara komprehensif. Penelusuran kehalalan produk tidak boleh berhenti pada bahan baku semata.
“Kehalalan produk harus teperinci dari proses awal, pengolahan, penyimpanan, hingga tahap penyajian,” tegas Noor Ahmad di hadapan ratusan peserta.
Ia menambahkan bahwa MUI terus konsisten menjaga kerukunan serta memberikan perlindungan keagamaan. Skema perlindungan ini mencakup pembinaan akhlak hingga pengawalan standardisasi kuliner halal Jawa Tengah.
Dakwah Ekonomi Menggembirakan di Pasar dan Kampung
Pada kesempatan yang sama, Prof. Abdul Fattah Santoso menyampaikan komitmen Muhammadiyah dalam memperluas dakwah komunitas. Menurutnya, Persyarikatan harus menghadirkan syiar keagamaan yang menggembirakan, mencerdaskan, dan menggerakkan.
Ia menjelaskan bahwa penguatan sektor pangan halal menjadi ruang strategis untuk membangun kemandirian ekonomi warga. Syiar Islam tidak boleh berhenti pada mimbar ceramah, tetapi wajib memberi solusi konkret.
Menanggapi hal tersebut, Ketua LDK PWM Jateng Dr. AM Jumai menegaskan konsolidasi ini menjadi awal dari gerakan masif. LDK PWM Jateng siap menerjunkan para dai komunitas ke kawasan pasar, pesisir, hingga pelosok kampung.
“Dakwah Muhammadiyah harus masuk ke lorong-lorong kehidupan masyarakat dan menguatkan ekonomi kerakyatan,” ujar AM Jumai.
Agenda Strategis dan Penguatan Kultural
Sebagai langkah konkret, forum merumuskan dua agenda besar. LDK PWM Jateng siap menggelar Rapat Koordinasi Wilayah se-Jawa Tengah di Surakarta pada Januari 2027 mendatang.
Selain agenda organisasi, LDK juga menjadwalkan pentas wayang kulit di SMK Muhammadiyah 2 Semarang. Pertunjukan budaya ini menjadi bagian dari syiar kultural yang dekat dengan tradisi warga.
Melalui pendekatan berbasis ekosistem halal dan budaya ini, Muhammadiyah optimistis pengembangan kuliner halal Jawa Tengah makin meluas. Pendekatan ini sekaligus membuktikan bahwa syiar Islam mampu menggerakkan kemandirian umat secara nyata.
Kontributor: LDK PWM Jateng
Editor: Akmal



