Konseptual Proker M-49: STRATEGI MENGUATKAN DAN MEMPERLUAS JAMAAH (Part 5)
Oleh: Dodok Sartono (Sekretaris PWM Jateng)

Baca Part 4 >> GRAND STRATEGY 3J
Muhammadiyah lahir dari masyarakat dan hadir untuk masyarakat. Karena itu, ukuran keberhasilan Muhammadiyah tidak cukup dilihat dari jumlah struktur organisasi atau amal usaha, tetapi juga dari seberapa luas masyarakat yang tercerahkan, terlayani, diberdayakan, dan kemudian bergerak bersama Muhammadiyah.
Penguatan Jamaah merupakan kelanjutan dari program Muktamar ke-48 mengenai penguatan basis umat, Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah, dakwah komunitas, serta dakwah kepada generasi baru. Pada periode 2027–2032, orientasinya diperluas menjadi: dari sekadar memiliki struktur menuju memiliki basis sosial yang hidup.
Cabang dan ranting tidak boleh hanya ada secara administratif; cabang dan ranting harus hadir dalam kehidupan masyarakat. Masjid Muhammadiyah tidak cukup menjadi tempat shalat; masjid harus menjadi pusat ibadah, pendidikan, kaderisasi, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pembinaan keluarga.
Agenda Utama Jamaah;
- Revitalisasi PCM dan PRM & revitalisasi masjid
- Gerakan Jamaah, Dakwah Jamaah, & dakwah keluarga
- Dakwah komunitas & dakwah digital
- Dakwah generasi Z, Alpha, dan generasi berikutnya
- Pembinaan anggota, pelayanan sosial, & pemberdayaan masyarakat
- Penguatan kelompok rentan & perluasan basis anggota dan simpatisan
Outcome 2032;
- Terwujudnya Jamaah Muhammadiyah yang semakin luas, aktif, muda, tercerahkan, terlayani, berdaya, dan memiliki keterikatan kuat dengan gerakan Muhammadiyah.
KPI Utama Jamaah (tingkat Nasional);
- Jumlah PRM 70% vsjumlah Desa
- Jumlah PCM 85% vs Kecamatan
- Jumlah PDM 95% vs Kab./kota.
- Minimal 90% PCM aktif
- Minimal 80% PRM aktif
- Pertumbuhan anggota aktif rata-rata minimal 10% per tahun
- Minimal 90% PRM memiliki data jamaah
- Minimal 75% masjid Muhammadiyah berfungsi sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan
- Peningkatan partisipasi generasi muda setiap tahun
- Minimal 80% PRM mempunyai program pelayanan masyarakat
- Indeks Kepuasan Jamaah minimal 85/100
NOTE;
- Proker dan KPI nasional tinggal di cascading sampai PRM
Part 6 >>STRATEGI MEMAJUKAN JAM’IYAH



