Tim Pengabdian Masyarakat UNIMUS Turun Langsung Edukasi Masyarakat di Demak Usai Warga Wafat Akibat Komplikasi
PWMJATENG.COM, DEMAK — Tim pengabdian masyarakat UNIMUS turun langsung mengedukasi warga di Demak usai seorang warga wafat akibat komplikasi diabetes melitus yang terlambat terdeteksi. Langkah cepat ini menjadi upaya krusial untuk mencegah bertambahnya korban jiwa akibat penyakit pembunuh senyap tersebut.
Program edukasi diabetes UNIMUS yang dipadukan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis berlangsung di Dukuh Ronggosari, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Selain itu, sebanyak 50 warga Demak dari kelompok dewasa hingga lanjut usia mengikuti jalannya kegiatan secara antusias dari awal sampai akhir acara.
Latar Belakang Tragedi Warga Kebonbatur
Ketua pelaksana kegiatan, Ns. Satriya Pranata, S.Kep., M.Kep., Ph.D., mengungkapkan bahwa aksi kemanusiaan ini lahir dari keprihatinan mendalam. Seorang warga setempat tampak bugar dan beraktivitas normal sebelumnya, tetapi mendadak meninggal dunia setelah mengidap komplikasi diabetes berat pada organ ginjal.
Peristiwa pilu tersebut membuktikan bahwa penyakit kronis kerap berkembang tanpa menunjukkan gejala awal yang nyata. Oleh sebab itu, tim dosen hadir memberikan solusi nyata melalui program edukasi diabetes UNIMUS secara langsung di pemukiman warga.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa kondisi tubuh yang tampak sehat belum tentu bebas dari ancaman penyakit. Jangan menunggu komplikasi diabetes muncul baru bergerak melakukan cek kesehatan,” tegas Satriya saat memberikan sambutan.
Selanjutnya, Satriya menambahkan bahwa akademisi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat. Pihak perguruan tinggi harus memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup serta derajat kesehatan warga desa.
Dosen Spesialis Kupas Gejala Diabetes Dini
Narasumber utama kegiatan, Ns. Prima Trisna Aji, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB., memaparkan materi teknis mengenai pencegahan diabetes melitus. Dosen spesialis Keperawatan Medikal Bedah ini menjelaskan bahwa gangguan metabolik tersebut terjadi akibat ketidakmampuan tubuh memproduksi atau memanfaatkan insulin secara optimal.
Di samping itu, Prima mengingatkan warga untuk mewaspadai berbagai pemicu utama, seperti faktor keturunan, berat badan berlebih, gaya hidup kurang bergerak, serta pola makan tinggi gula. Pengetahuan mengenai gejala diabetes dini menjadi kunci utama pencegahan fatalitas.
“Warga perlu mengenali gejala diabetes dini seperti sering haus, mudah lapar, dan frekuensi buang air kecil meningkat. Melalui edukasi diabetes UNIMUS, kami mendorong warga melakukan deteksi dini sebelum pembuluh darah dan organ vital rusak,” jelas Prima.
Di sisi lain, Prima membagikan tips praktis perawatan mandiri bagi penderita. Mengatur pola makan seimbang, rutin berolahraga, serta memantau kadar gula darah secara berkala membantu pasien tetap hidup sehat dan produktif.
Layanan Pemeriksaan Gula Darah Gratis
Tim pengabdian masyarakat yang terdiri atas Ns. Satriya Pranata, dr. Tri Kartika Setyarini, Mahmudah Rahma At Amah, dan Zidni Fauziah membuka posko layanan medis. Mereka memfasilitasi pemeriksaan gula darah gratis serta cek asam urat bagi seluruh peserta.
Layanan pemeriksaan gula darah gratis ini membantu warga mengetahui kondisi kesehatan terkini secara cepat. Terlebih lagi, warga yang memiliki kadar gula tinggi langsung menerima rujukan serta edukasi penanganan awal dari tim medis UNIMUS.
Sementara itu, salah seorang peserta menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian para dosen. Kehadiran program edukasi diabetes UNIMUS memberikan pengetahuan baru sekaligus akses layanan kesehatan tanpa biaya sepeser pun.
Melalui sinergi antara akademisi dan warga Demak, kegiatan promotif ini berhasil membangun kesadaran bersama. Pada akhirnya, pencegahan penyakit kronis kini menjadi gerakan nyata yang dimulai dari tingkatan keluarga di Desa Kebonbatur.
Kontributor: Prima Trisna Aji
Editor: Akmal



