Manusia Kalender Indonesia Buka-Bukaan Cara Melatih Otak Agar Bugar dan Tidak Cepat Pikun
PWMJATENG.COM, BEKASI — Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LSBO PDM) Kota Bekasi kembali menggelar program Podcast Pekanan. Pada edisi terbaru ini, tim produksi menghadirkan figur inspiratif nasional, Zenza TekSas. Sosok ini terkenal luas sebagai Manusia Kalender Indonesia, Perancang Metode Kalender AJAIB, sekaligus Pendiri Klub Otak Bugar (KOBAR).
Podcast edisi khusus tersebut mengupas isu krusial mengenai pentingnya menjaga kebugaran mental dan fungsi organ berpikir di tengah pesatnya dinamika kehidupan modern. Zenza TekSas membagikan pandangan mendalam mengenai cara melatih otak secara teratur. Ia menegaskan bahwa pikiran manusia membutuhkan stimulasi terukur agar fungsi saraf tetap bugar dan tajam.
Menurut Zenza, masyarakat urban sering kali lupa merawat daya ingat. Padahal, raga dan pikiran sama-sama membutuhkan olahraga rutin. Oleh karena itu, ia merancang metode latihan khusus melalui Klub Otak Bugar untuk memfasilitasi optimalisasi kesehatan otak masyarakat.
Tiga Pilar Utama Anatomi Pikiran dalam Cara Melatih Otak
Dalam pemaparannya, Zenza menguraikan penyempurnaan narasi Tiga Pilar Anatomi Pikiran sebagai landasan utama dalam cara melatih otak. Pilar pertama adalah Akademia yang berfokus pada kekuatan hafalan dan fondasi teoretis. Pada tahap ini, otak menyerap dan memproses data secara sistematis. Otak diibaratkan sebagai media penyimpanan raksasa yang membutuhkan pemicu khusus. Melalui metode yang tepat, latihan ini mengasah ketajaman logika dan ingatan jangka panjang (long-term memory).
Pilar kedua adalah Kreasi yang mengasah kelihaian memecahkan masalah (problem solving). Lebih dari sekadar teori, cara melatih otak pada pilar ini membutuhkan stimulasi daya adaptasi tinggi untuk menghadapi dinamika kehidupan. Latihan senam otak mendorong seseorang untuk berpikir out of the box dan memiliki ketangkasan mental (mental agility). Alhasil, fleksibilitas berpikir tersebut membantu individu merumuskan terobosan taktis saat menghadapi kendala harian.
Selanjutnya, pilar ketiga adalah Akumulasi yang menekankan ketekunan (grit), konsistensi, dan mental baja (mental toughness). Zenza menjelaskan bahwa kecerdasan dan daya kreasi tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa adanya disiplin tinggi. Akumulasi menggambarkan kejelasan tujuan hidup yang ditopang oleh latihan terukur. Pilar ini membentuk ketahanan psikologis agar individu tidak mudah menyerah sebelum mencapai puncak potensi terbaiknya.
Komitmen LSBO PDM Kota Bekasi dalam Literasi dan SDM
Sementara itu, perwakilan LSBO PDM Kota Bekasi menyambut positif pemaparan materi tersebut. Pihaknya berharap tayangan ini memberikan wawasan baru dan inspirasi segar bagi warga persyarikatan, pimpinan Muhammadiyah, hingga generasi muda. Edukasi mengenai cara melatih otak menjadi langkah nyata dalam membangun kualitas SDM yang unggul dan adaptif.
Sebagai unsur pembantu pimpinan daerah, LSBO PDM Kota Bekasi bertugas membina dan mengembangkan potensi masyarakat di bidang seni, budaya, literasi, serta olahraga berbasis nilai Islam dan kebangsaan. Melalui program edukatif ini, lembaga tersebut menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membina fisik dan seni, tetapi juga membangun daya pikir serta kesehatan mental masyarakat secara holistik.
Kontributor: Zenza TekSas
Editor: Akmal



