Guru IPA dan Fisika Solo Raya Kuasai AI untuk Guru Lewat Pelatihan UMS
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melatih 28 guru IPA SMP dan Fisika SMA se-Solo Raya dalam memanfaatkan teknologi artificial intelligence. Langkah strategis ini mewujud melalui program TESLA 2026 (Transformasi Edukasi Sains, Laboratorium, dan AI). Kegiatan perdata bentukan Laboratorium dan Pusat Pengembangan Ilmu Teknik Dasar (LPPITD) UMS tersebut merespons secara langsung tantangan pembelajaran sains di era digital.
Melalui program ini, para pendidik menguasai secara langsung penggunaan teknologi AI untuk guru. Peserta mengeksplorasi Large Language Models (LLM), seperti Google Gemini, guna mendukung efisiensi pengajaran. Teknologi ini mempermudah guru menyusun modul ajar, merancang bank soal, mencari ide praktikum, hingga menyelesaikan tugas administratif secara akurat.
Pemanfaatan AI untuk Guru dan Budaya Keselamatan Lab
Penggunaan kecerdasan buatan tetap memerlukan kecermatan teknis. LPPITD UMS menekankan pentingnya verifikasi data serta etika profesi agar pemanfaatan AI untuk guru tetap bertanggung jawab. Integrasi teknologi ini berpadu serasi dengan model Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL) demi mengasah daya kritis siswa.
“Pemanfaatan teknologi AI menjadi materi utama dalam TESLA 2026. Para guru memperoleh pengalaman praktis menggunakan Google Gemini untuk mendukung kebutuhan pengajaran,” ujar Kepala Lab LPPITD UMS, Budi Priyanto, S.T., M.T., Ph.D., Jumat (28/8/2026).
Selain mengenalkan otomatisasi sistem, UMS turut memperkuat budaya keselamatan kerja (safety culture) di lingkungan sekolah. Para peserta mempelajari analisis risiko HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) untuk mengantisipasi bahaya praktikum. Langkah ini menjamin seluruh eksperimen laboratorium berjalan aman dan terukur.
Kolaborasi Fasilitas Laboratorium UMS
Program keberlanjutan ini sekaligus membuka akses fasilitas kampus bagi sekolah di Solo Raya. LPPITD UMS mengundang sekolah yang memiliki keterbatasan sarana untuk menggelar praktikum Fisika Dasar langsung di laboratorium kampus. Siswa dapat mendalami eksperimen serta analisis data secara nyata.
“TESLA 2026 menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi. Kami merancang TESLA 2027 dengan porsi praktik laboratorium yang jauh lebih kuat,” tambah Budi.
Penguatan kapabilitas AI untuk guru ini terbukti menjadi angin segar bagi digitalisasi pendidikan daerah. UMS berkomitmen menggelar agenda ini secara tahunan untuk memperluas dampak positif inovasi pembelajaran sains.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



