Berita

Ribuan Ibu Bersidang di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah, Mahasiswa PG PAUD UMS Ambil Peran Penting Ini

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Ribuan kader perempuan Muhammadiyah saat ini memadati Surakarta untuk mengikuti Muktamar Nasyiatul Aisyiyah. Di balik kesibukan agenda nasional ini, ada kebutuhan krusial yang tidak boleh terabaikan. Anak-anak yang ikut bersama ibu mereka harus mendapat ruang yang aman dan edukatif. Karena itu, Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD UMS) Universitas Muhammadiyah Surakarta turun tangan. Mereka menghadirkan layanan Educare untuk mendampingi puluhan anak peserta muktamar.

Layanan Educare atau Taman Asuh Anak ini melibatkan 17 mahasiswa terlatih. Mereka bertugas menjaga anak-anak selama Muktamar NA ke-15 berlangsung pada 6–8 Agustus 2026. Ketua Prodi PG PAUD UMS, Dr. Junita Dwi Wardhani, M.Ed., bertanggung jawab penuh atas kerja sama strategis ini. Ia berkoordinasi erat dengan Panitia Tanwir dan Muktamar Nasional sejak tahap persiapan.

Hadirkan Taman Asuh Anak yang Edukatif

Koordinator pelaksana dari UMS, Dr. Sri Slamet, M.Hum., M.Pd., memimpin pendampingan ini secara langsung. Tim mahasiswa menyebar ke beberapa titik kegiatan krusial, seperti Hotel Dwangsa, Lorin, dan Edutorium UMS. Lokasi layanan bergerak dinamis mengikuti jadwal Tanwir dan persidangan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah.

Keterlibatan belasan mahasiswa ini bukan sekadar ajang menjaga anak biasa. Para mahasiswa membawa kompetensi profesional sebagai calon pendidik anak usia dini. Mereka memahami kebutuhan spesifik anak dan mampu membangun komunikasi yang hangat. Selain itu, mereka juga rutin memberikan stimulasi bermain sesuai tahap perkembangan usia anak.

“Taman asuh ini hadir sebagai mitra keluarga,” ujar Sri Slamet pada Sabtu (8/8/2026). Ia memastikan anak-anak tetap memperoleh rasa aman secara penuh. Perhatian tersebut tetap anak dapatkan ketika orang tua mereka sibuk mengikuti kegiatan organisasi.

Pengalaman Nyata di Edutorium UMS

Agenda Muktamar Nasyiatul Aisyiyah kali ini mengusung tema besar “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan.” Pembukaan acara berlangsung sangat meriah di Edutorium UMS pada Jumat, 7 Agustus 2026. Panitia mencatat lebih dari 6.700 peserta hadir di Surakarta. Sementara itu, fasilitas Educare sukses melayani sekitar 65 anak di berbagai lokasi akomodasi dan persidangan.

Fasilitas temporer ini sangat sejalan dengan konsep inti Taman Asuh Anak Nasyiatul Aisyiyah. Program ini menempatkan martabat dan kesejahteraan anak secara holistik sebagai perhatian utama. Anak mendapat pemenuhan hak untuk bermain dan berkembang secara layak. Namun, layanan ini sama sekali tidak bertujuan untuk menggantikan peran inti keluarga.

Taman asuh ini murni menyediakan layanan pengasuhan yang bersifat sementara dan fleksibel. Orang tua bisa fokus berpartisipasi dalam musyawarah dan perumusan kebijakan organisasi. Di sisi lain, panitia Muktamar NA ke-15 bersama kampus merancang rasio pendampingan yang sangat ideal. Dua hingga tiga anak mendapat pengawasan ketat dari satu orang mahasiswa.

Ruang Ramah Anak di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah

Suasana Educare sengaja panitia rancang agar jauh dari kesan tempat penitipan yang kaku. Mahasiswa memandu anak-anak menjalani ragam aktivitas yang terstruktur sekaligus menyenangkan. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup perkenalan interaktif, waktu makan ringan, bermain bebas, hingga sesi mendongeng dan seni.

Kolaborasi strategis ini memberi manfaat nyata bagi para mahasiswa PG PAUD UMS. Sri Slamet menyebut pengalaman lapangan ini sebagai laboratorium pembelajaran yang sangat autentik. Mahasiswa menguji langsung teori tumbuh kembang anak, manajemen kelas, dan komunikasi empatik di dunia nyata.

Kehadiran Educare memastikan seluruh agenda Muktamar Nasyiatul Aisyiyah berjalan lancar tanpa mengorbankan hak anak. Para ibu bisa tenang merumuskan masa depan organisasi di dalam ruang sidang. Sementara itu, mahasiswa sigap memastikan anak-anak tetap ceria, aman, dan terus bertumbuh.

Kontributor: Maysali
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/