Cegah Kecanduan Gadget, MIM Kauman Wiradesa Bongkar Rahasia Parenting Anak Era Digital

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Gempuran teknologi menuntut perhatian serius dari para orang tua. MI Muhammadiyah (MIM) Kauman Wiradesa merespons tantangan ini dengan menggelar acara parenting anak era digital. Acara edukatif ini berlangsung di Masjid Sabilurrahman Kauman pada Sabtu (1/8/2026).
Ratusan wali murid kelas I hingga VI antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka datang mencari solusi efektif untuk pendidikan karakter anak.
Psikolog Harap Cendikiawan, S.Psi., hadir sebagai narasumber utama. Ia memaparkan berbagai tantangan pengasuhan saat ini. Selanjutnya, ia mengajak orang tua berperan aktif mendampingi buah hatinya.
Orang tua tidak cukup hanya mengawasi penggunaan gawai. Mereka juga harus membangun komunikasi hangat dan memberikan keteladanan positif. Praktik ini mencegah dampak buruk kecanduan gadget.
Selama acara, suasana masjid tampak sangat interaktif. Peserta menyimak pemaparan materi dengan saksama. Setelah itu, mereka aktif bertanya pada sesi diskusi.
Banyak orang tua membagikan kendala harian mereka. Mereka mengeluhkan sulitnya membatasi media sosial dan gawai. Namun, diskusi ini memunculkan banyak tips parenting yang aplikatif.
Sinergi Madrasah dan Keluarga
Kepala MIM Kauman Wiradesa, Muhammad Sukron, turut memberikan arahan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara madrasah dan keluarga. Sukron menilai parenting anak era digital membutuhkan kesamaan visi.
Sinergi ini memastikan anak tetap berakhlak mulia. Selain itu, anak juga menjadi lebih bijak memanfaatkan teknologi.
“Pendidikan karakter paling utama berawal dari keluarga,” ujar Sukron. Madrasah memang mendidik anak selama jam sekolah. Namun, madrasah butuh dukungan penuh dari orang tua.
Karena itu, ia berharap acara ini menyatukan langkah semua pihak. Tujuannya tentu mencetak generasi Qurani yang melek teknologi tanpa kehilangan akhlak.
Bekal Atasi Kecanduan Gadget
Pada sesi lain, Harap Cendikiawan mengingatkan sebuah realita. Perkembangan teknologi mutlak hadir mengelilingi kita. Orang tua tidak bisa sekadar melarang anak menggunakan internet.
Sebaliknya, mereka harus memperkuat ikatan emosional terlebih dahulu. Hubungan harmonis membuat anak lebih mudah menerima arahan.
Untuk mewujudkannya, Harap menyarankan aturan main yang jelas. Keluarga harus menyepakati batasan waktu memakai gawai. Orang tua juga perlu memperbanyak aktivitas fisik bersama anak.
Dengan cara ini, anak melupakan layar gawainya sejenak. Parenting anak era digital memang menuntut konsistensi orang tua.
Wali murid kelas 4, Karlita Nurul Hidayah, mengapresiasi kegiatan ini. Ia mengaku mendapat banyak wawasan segar terkait pengasuhan. Materi acara sangat relevan dengan keresahan harian orang tua.
Karlita kini memahami cara mendampingi anaknya mengakses internet. Ia menyadari komunikasi memegang peran sentral.
“Kami jadi tahu cara merespons perilaku anak dengan benar,” ungkap Karlita. Ia menilai keteladanan orang tua menjadi kunci utama. Oleh sebab itu, ia berharap madrasah rutin menggelar acara serupa. Kegiatan ini menyegarkan kembali semangat orang tua mendidik anak.
MIM Kauman Wiradesa berharap acara ini mempererat kemitraan strategis. Madrasah dan wali murid kini memiliki pandangan yang sama. Sinergi kuat ini akan melindungi anak dari ancaman digital.
Praktik parenting anak era digital yang tepat melahirkan generasi unggul. Mereka akan siap menghadapi zaman tanpa melupakan jati diri Islami.
Kontributor: Imam Setiobudi
Editor: Al-Afasy



