Kolaborasi BikersMu, Pemuda Muhammadiyah, dan GP Ansor Muntilan Bangun Persatuan Lewat Turing Ziarah Tokoh Islam
PWMJATENG.COM, MAGELANG – Organisasi kepemudaan di Kabupaten Magelang menunjukkan aksi nyata dalam merawat kebersamaan. Langkah ini terlihat saat BikersMu Chapter Magelang, PCPM Muntilan, GP Ansor, Banser, dan Kokam Muntilan menggelar Turing Ziarah Napak Tilas Tokoh Islam. Aksi bersama tersebut bertujuan kuat memperkuat silaturahmi sekaligus menanamkan nilai persatuan kepada generasi muda.
Lebih dari 100 peserta antusias mengikuti kegiatan akhir pekan ini. Rombongan memulai perjalanan dari halaman Masjid Al-Ikhlas Dukuhan, Gunungpring, Muntilan. Selanjutnya, para peserta bergerak menuju Godean, Yogyakarta, lalu berziarah ke Kompleks Makam Karangkajen. Perjalanan panjang ini akhirnya ditutup di Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul.
Ketua PCPM Muntilan, M. Azka Nazimuddin, membuka langsung kegiatan ini. Azka menegaskan bahwa turing menjadi ruang perjumpaan penting bagi pemuda lintas organisasi. Ruang ini efektif untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan bangsa.
Sinergi Lintas Organisasi Islam di Magelang
Menurut Azka, organisasi kepemudaan memegang tanggung jawab besar di tengah masyarakat. Pemuda harus mampu menghadirkan teladan komunikasi yang harmonis dalam keberagaman. Melalui kolaborasi antara Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor ini, sekat latar belakang organisasi bukan lagi alasan untuk saling menjaga jarak.
Perjalanan edukatif ini melibatkan banyak elemen pendukung. Komunitas BikersMu mengawal ketat pergerakan rombongan di jalan raya. Sementara itu, Lazismu dan Ranting NU Tamanagung menyediakan kendaraan operasional. Dukungan fasilitas tersebut membuat seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Ketua BikersMu Chapter Magelang, Jaka Kurniadi, mengapresiasi tinggi sinergi tersebut. Jaka menilai kehadiran Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor, bersama Banser serta Kokam, menjadi contoh positif bagi daerah lain. Semangat persaudaraan terbukti bisa terwujud nyata melalui aktivitas komunitas yang bermanfaat.
“Kebersamaan ini menjadi bukti bahwa silaturahmi jauh lebih penting daripada memperdebatkan perbedaan. Ketika kita saling menghormati, maka persatuan umat akan semakin kokoh,” tegas Jaka.
Mengenang Perjuangan Ulama Muhammadiyah dan NU
Ketua PAC GP Ansor Muntilan, M. Turmudi, juga menyambut baik kolaborasi tersebut. Tokoh muda NU ini menyebut kegiatan ini sejalan dengan visi Ansor. Pihaknya selalu berkomitmen membangun kerja sama lintas elemen masyarakat demi keutuhan bangsa.
Turmudi berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut secara konsisten. Program ini bahkan perlu meluas ke berbagai daerah. Tujuannya jelas, yakni menjadi media efektif memperkuat hubungan antara Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor secara nasional.
Destinasi pertama rombongan adalah makam Raden Bagus Khasantuko di Godean. Peserta memanjatkan doa bersama di makam tokoh penyebar Islam keturunan Kesultanan Mataram tersebut.
Setelah itu, rombongan bertolak menuju Kompleks Makam Karangkajen, Yogyakarta. Di lokasi ini, mereka berziarah ke makam pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Peserta mengikuti prosesi ziarah dengan penuh kekhusyukan dan rasa hormat. Mereka aktif meneladani perjuangan para ulama dalam mengembangkan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat.
Mempererat Ukhuwah di Pantai Goa Cemara
Usai ziarah, kebersamaan Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor berlanjut ke Pantai Goa Cemara. Panitia menggelar berbagai kegiatan outbound, permainan kelompok, dan diskusi santai. Berbagai aktivitas lapangan ini berhasil mencairkan suasana dan mempererat hubungan antarpeserta.
Suasana akrab mendominasi sepanjang acara di tepi pantai. Sekat organisatoris antara kader Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama seketika mencair. Mereka berbaur aktif, bekerja sama, dan menikmati seluruh permainan dengan penuh kegembiraan.
Nur Fuad, seorang peserta dari BikersMu, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk dakwah kontemporer yang membumi. Pendekatan komunitas terbukti lebih efektif menyentuh hati generasi muda. Perjalanan bersama ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga mengajarkan pentingnya menghormati sejarah.
“Kami ingin terus menghadirkan dakwah yang menyejukkan. Melalui turing bersama Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor ini, kami bisa saling mengenal tanpa memandang perbedaan,” ungkap Nur Fuad.
Aksi bersama ini menghasilkan sebuah komitmen kuat. Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor Muntilan sepakat untuk terus meluncurkan program kolaboratif yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Mereka berharap semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong ini menjadi fondasi kokoh bagi kerukunan bangsa Indonesia.
Kontributor: Nurul Abadi
Editor: Alafasy



