Berita

Kuliah Internasional UMS di Vietnam Ungkap Cara Menjadi Advokat dan Aturan Hukum Pernikahan Lintas Agama

PWMJATENG.COMSURAKARTA — Peluang warga negara asing untuk berkarier di Jakarta serta regulasi hukum pernikahan lintas agama di Indonesia menjadi topik utama yang paling diminati puluhan mahasiswa hukum Tôn Đức Thắng University, Vietnam, dalam kunjungan akademik internasional FHIP UMS pada Rabu (10/6/2026).

Delegasi dari Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membedah tuntas topik sensitif ini dalam kuliah tamu internasional di Vietnam. Kegiatan akademik tersebut berlangsung interaktif di Fakultas Hukum Tôn Đức Thắng University (TDTU), Ho Chi Minh City.

Para mahasiswa asing menunjukkan antusiasme luar biasa saat sesi diskusi berlangsung. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan kritis mengenai regulasi perkawinan lintas agama di Indonesia. Isu ini menarik perhatian besar karena perbedaan mendasar dalam sistem hukum kedua negara.

“Beberapa topik yang menjadi perhatian peserta antara lain peran panitera dalam sistem peradilan pidana Indonesia yang tidak dikenal dalam sistem hukum Vietnam, dinamika hukum pernikahan lintas agama, peluang warga negara asing untuk berkarier sebagai advokat di Indonesia,” ujar Dosen FHIP UMS, Muhammad RM Fayasy Failaq, S.H., M.H.

Perbandingan Hukum Islam di Indonesia dan Aturan Pernikahan

Selain masalah pernikahan, peserta juga mendalami pengantar hukum Islam di Indonesia. Dosen UMS mengupas tuntas aspek penting mulai dari aturan hukum waris hingga regulasi perkawinan Islam. Sistem hukum nasional mengintegrasikan hukum Islam ini secara resmi dalam konstitusi.

Di sisi lain, delegasi juga memaparkan perbandingan sistem ketatanegaraan antara Indonesia dan Vietnam. Pembahasan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan konstitusi serta praktik hukum pidana indonesia. Hubungan bilateral kedua kampus pun menjadi semakin erat melalui diskusi ilmiah tersebut.

“Selain memperkuat hubungan antarlembaga, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis UMS dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi dan memperluas kontribusi akademik di tingkat global,” ujar Fayasy menambahkan.

Implementasi Kerja Sama Strategis ASEAN

Acara ini merupakan implementasi nyata dari Memorandum of Agreement (MoA) antara UMS dan TDTU. Tiga dosen FHIP UMS turun langsung memberikan perspektif mendalam. Mereka adalah Hanifah Febriani, S.H., LL.M., Dr. Syaifuddin Zuhdi, S.H.I., M.H.I., dan Muhammad RM Fayasy Failaq, S.H., M.H.

Melalui program internasional ini, kedua institusi sepakat untuk terus memperluas kolaborasi akademik. Mereka ingin meningkatkan wawasan mahasiswa dan dosen dalam bidang hukum komparatif, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Rangkaian kegiatan pengabdian ini berlangsung sukses sejak tanggal 9 hingga 14 Juni 2026.

Kontributor: Fika
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777