Berita

Karier Dosen Macet? Prof Sutrisno Bagikan Tips Pangkas Masa Sulit Akademisi

PWMJATENG.COM, KARANGANYAR — Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Ag., mendesak para dosen muda Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk segera menyusun roadmap akademik. Langkah strategis ini bertujuan mempersingkat masa-masa sulit di awal karier. Ia menyampaikan pesan kuat tersebut saat membuka kegiatan Baitul Arqam Dosen di Karanganyar, Kamis (18/6/2026).

Sutrisno mengingatkan para dosen dan calon dosen UMS bahwa perjalanan menjadi seorang akademisi membutuhkan kesungguhan, kesabaran, serta perencanaan yang matang. Tantangan di awal karier merupakan hal yang lumrah, namun setiap hambatan harus segera berubah menjadi pijakan untuk berkembang.

“Awal-awal menjadi dosen itu tidak mudah. Tapi kalau bisa, tidak mudahnya itu jangan lama-lama. Bagaimana penderitaannya itu bisa dipersingkat, tidak perlu lama-lama,” ujar Sutrisno saat membagikan pengalaman pribadinya dalam menempuh karier dosen hingga mencapai jabatan guru besar.

Strategi Peta Jalan Menuju Guru Besar

Keberhasilan akademik tersebut, menurut Sutrisno, lahir dari kerja keras, kedisiplinan, serta keberanian mengambil kesempatan. Oleh karena itu, ia mendorong para dosen UMS untuk segera menyusun roadmap pengembangan jenjang jabatan akademik dosen secara jelas dan terukur.

Penyusunan peta jalan tersebut sangat penting, terutama untuk akselerasi menuju jenjang doktor dan guru besar. Dosen modern kini tidak hanya mengajar, tetapi juga memikul tanggung jawab besar dalam melakukan penelitian dan publikasi ilmiah.

“Coba sekarang membuat timeline ke depan. Tahun berapa bisa kuliah S3 dengan beasiswa penuh, tahun berapa selesai S3, tahun berapa lektor kepala, tahun berapa guru besar. Dibuat roadmap-nya,” ungkap Sutrisno memberi rumus cara menjadi guru besar.

Komitmen Kampus Tingkatkan Mutu Akademik

Gayung bersambut, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan komitmen institusinya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Manajemen kampus terus mendorong peningkatan jumlah dosen yang menempuh kuliah S3 dengan beasiswa.

Akselerasi kapasitas akademik ini menjadi kunci utama untuk menjaga keberlanjutan dan kemajuan mutu UMS di masa depan. Pihak kampus berharap para pendidik memiliki semangat studi lanjut yang tinggi demi memperkuat karakter akademik institusi.

“Hakikat dosen itu sudah wajib S2, tetapi harus terus semangat untuk studi lanjut,” tutur Harun.

Melalui kegiatan Baitul Arqam ini, UMS optimis para dosen mampu menyusun langkah strategis demi mencapai prestasi akademik tertinggi. Integritas ideologi Muhammadiyah dan profesionalisme kerja akan menjadi fondasi utama dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kontributor: Yusuf
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://lppm.isi-ska.ac.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777Pkv games