Berita

PPK Ormawa IMM Al Haytham Unimus Sulap Limbah Jadi Pakan Alternatif Ikan Lele

PWMJATENG.COM, SEMARANG — Masalah tingginya biaya pakan pabrikan yang dikeluhkan para pembudidaya 24 kolam bioflok di Kelurahan Pringapus kini mulai menemui titik terang. Melalui program ekonomi sirkular, Tim PPK Ormawa IMM Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang sukses menginisiasi pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi pakan alternatif ikan lele berbasis maggot BSF, Juni 2026.

Potensi perikanan di Kelurahan Pringapus sebenarnya sangat menjanjikan dengan adanya 24 kolam lele bioflok. Namun, para pembudidaya lokal selama ini mengeluhkan tingginya biaya produksi. Masalah utamanya terletak pada harga pakan pabrikan yang terus melambung tinggi.

Merespons kendala tersebut, Tim PPK Ormawa IMM Al Haytham Unimus menawarkan konsep desa sirkular. Mereka melatih warga mengolah limbah organik rumah tangga. Langkah ini efektif untuk memproduksi pakan alternatif ikan lele secara mandiri.

Mengolah Limbah Jadi Budidaya Maggot BSF

Mahasiswa Unimus mendampingi masyarakat untuk memilah sampah organik dapur. Sampah tersebut kemudian menjadi media utama pengembangbiakan maggot Black Soldier Fly (BSF). Larva lalat ini mengandung protein tinggi yang sangat bagus untuk pertumbuhan ikan.

Penggunaan maggot BSF terbukti memangkas biaya operasional kolam bioflok secara signifikan. Peternak tidak lagi bergantung penuh pada pakan pabrikan yang mahal. Keberhasilan metode ini langsung mendapat apresiasi besar dari pemerintah daerah setempat.

“Kegiatan ini benar-benar kami dukung supaya desa kami dapat menjadi desa yang mendapatkan nominasi nasional,” ujar Camat Kecamatan Pringapus saat memberikan sambutan.

Target Keberlanjutan dan Hilirisasi Produk

Program pemberdayaan masyarakat ini menyasar kelompok ibu-ibu PKK, remaja Karang Taruna, hingga pelaku UMKM. Selain memproduksi pakan alternatif ikan lele, warga juga belajar teknik pemasaran digital. Mereka mengemas hasil panen menjadi produk olahan bernilai jual tinggi.

Hilirisasi tersebut menghasilkan tiga produk pangan bermerek “LELAKU”. Warga kini sukses memproduksi nugget lele, bakso lele, hingga kerupuk kulit lele. Inovasi ini memperkuat kemandirian ekonomi baru di Kelurahan Pringapus.

Pihak kampus Universitas Muhammadiyah Semarang pun berkomitmen mengawal program ini. Wakil Rektor III Unimus meminta seluruh pihak ikut mendampingi aktivitas mahasiswa di lapangan. Kerja sama yang erat menjadi kunci utama keberhasilan program jangka panjang.

“Dukungan dari pemerintah kelurahan, kecamatan, para mitra, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan keberhasilan program,” ujar perwakilan Tim PPK Ormawa IMM Al Haytham menegaskan pentingnya keberlanjutan.

Kontributor: PPK Ormawa IMM Al Haytham
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://lppm.isi-ska.ac.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777Pkv games