Berita

Program 1000 Cahaya Muhammadiyah Pasang Panel Surya di Pesantren dan Sekolah

PWMJATENG.COM, JAKARTA – Gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah bersama Perkumpulan Lentera Hijau Indonesia sukses memasang instalasi panel surya. Pemasangan alat ramah lingkungan ini menyasar dua lembaga pendidikan berbasis Islam di Jawa Barat. Lokasinya berada di ‘Aisyiyah Boarding School (ABS) Bandung dan SMP ‘Aisyiyah Kota Sukabumi, Senin (15/6/2026).

Kolaborasi lintas sektor ini melibatkan Kitabisa.org, Lazismu, PP ‘Aisyiyah, serta tim teknis Universitas Gadjah Mada (UGM). Selain itu, pengurus merancang program ini bukan sekadar untuk menyediakan sumber listrik alternatif. Mereka ingin menjadikannya laboratorium hidup guna membangun budaya hemat energi sejak dini.

Inovasi Energi Terbarukan di ABS Bandung

Pada awalnya, panitia memulai proyek percontohan ini di kompleks ABS Bandung. Mereka memasang tiga unit panel surya berkapasitas masing-masing 650 watt peak. Daya listrik dari sistem matahari tersebut kemudian menggerakkan pompa air otomatis. Pompa ini berfungsi mengairi lahan pertanian produktif milik pesantren.

Wakil Mudir ABS Bandung, Teguh Mulyadi, menyatakan bahwa teknologi ini sangat membantu penguatan ekosistem hijau. Apalagi pesantren tersebut berdiri di atas lahan seluas 18.000 meter persegi. Menurut Teguh, integrasi energi terbarukan ini mampu menjaga kelestarian lingkungan. Langkah nyata tersebut sekaligus menekan pengeluaran operasional harian sekolah.

Selanjutnya, tim menempuh perjalanan darat sejauh 100 kilometer menuju lokasi kedua. Mereka memasang unit baru di SMP ‘Aisyiyah Kota Sukabumi. Sekolah gratis berbasis beasiswa penuh ini mengusung konsep Islamic Green School. Pihak sekolah memanfaatkan fasilitas tersebut guna menyalakan lampu ruang kelas serta media pembelajaran interaktif.

Ikhtiar Ekologis Lewat Gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah

Tentu saja, pemilihan institusi pendidikan sebagai pusat gerakan memiliki alasan ideologis yang kuat. Direktur Program 1000 Cahaya Muhammadiyah, Hening Parlan, menegaskan bahwa budaya peduli lingkungan harus tumbuh dari ruang kelas. Tujuannya agar nilai baik tersebut dapat dibawa pulang oleh santri ke rumah masing-masing. Informasi mengenai kemitraan pilar lingkungan hidup persyarikatan dapat diakses melalui Portal Resmi Lazismu Pusat.

“Oleh karena itu, aksi nyata ini merupakan manifestasi dari misi Islam Berkemajuan. Kita wajib menjaga bumi dari ancaman krisis iklim global,” jelas Hening.

Jadi, pemanfaatan energi surya terbukti mampu memperluas wawasan generasi muda. Mereka bisa memahami pentingnya transisi energi bersih di Indonesia secara langsung. Akhirnya, melalui langkah kecil dari akar rumput ini, gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah optimis menyalakan harapan baru. Mereka siap melahirkan generasi masa depan yang peduli terhadap ekologi bangsa.

Kontributor: Farah Adiba
Keterbacaan: Ayma

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://web.pn-sidrap.go.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777Pkv games