Kantin Sehat Sekolah Ini Dipuji DLH Magelang, Sukses Batasi Sampah Plastik Sejak Dini
PWMJATENG.COM, KOTA MAGELANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang memuji konsistensi SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) dalam mengelola kantin sehat sekolah guna mengontrol asupan gizi siswa sekaligus menekan volume sampah plastik pada Selasa (9/6/2026).
Tim monitoring dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang mengapresiasi penuh fasilitas ini saat meninjau instrumen penilaian sekolah adiwiyata, Selasa (9/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen nyata SMP Mutual dalam mewujudkan visi sekolah unggulan yang berwawasan lingkungan.
Perwakilan DLH Kota Magelang, Ayuk, menegaskan pentingnya keberadaan kantin sehat tersebut bagi ekosistem sekolah. Menurutnya, fasilitas pengawasan asupan siswa seperti ini masih tergolong langka di wilayahnya.
“With adanya kantin sehat, ini menjadi bagian memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi oleh para siswa terkontrol. Namun, usahakan meminimalisir sampah plastik,” ujar Ayuk setelah mengecek instrumen penilaian di lapangan.
Tantangan Diet Plastik dan Rencana Bank Sampah
Meskipun mendapat pujian, sekolah ini masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah secara mandiri. Keterbatasan ruang membuat pihak sekolah harus menampung sampah sementara waktu sebelum membuangnya ke depo terdekat. Kondisi ini kian menantang karena area sekolah sedang dalam proses pembangunan fisik.
Merespons kendala tersebut, tim penilai menyarankan pihak sekolah untuk segera menginisiasi program bank sampah. Program ini diharapkan mampu mereduksi volume limbah sekaligus memberikan edukasi lingkungan anak sejak dini melalui pemanfaatan sampah yang cerdas dan bernilai ekonomi.
Ketua Tim Adiwiyata SMP Mutual, Deni Susanto, mengakui bahwa seluruh persiapan instrumen sudah mereka lakukan secara maksimal. Pihaknya menyambut baik seluruh catatan dari tim DLH sebagai bahan evaluasi demi meraih predikat sekolah adiwiyata paripurna.
“Kendala kita saat ini memang soal kondisi sekolah yang sedang pembangunan. Jadi masih belum maksimal,” ujar Deni Susanto saat memberikan keterangan di sela-sela monitoring.
Integrasi Isu Lingkungan ke Dalam Kurikulum Sekolah
Komitmen menuju sekolah adiwiyata di lembaga pendidikan yang berlokasi di Jalan Singosari ini ternyata tidak berhenti pada kesiapan fisik semata. Pihak manajemen sekolah memastikan isu lingkungan telah melekat erat dalam kegiatan belajar mengajar harian siswa.
Kepala SMP Mutual, Ahmad Haryanto, menjelaskan bahwa kurikulum berwawasan lingkungan kini menjadi bagian tidak terpisahkan dari mata pelajaran IPA dan IPS. Melalui metode ini, para siswa tidak hanya menghafal teori di kelas, melainkan langsung mempraktikkan aksi nyata.
“Kita juga ada kampanyenya cinta lingkungan. Seperti adanya kerja bakti lingkungan sekolah secara periodik,” ujar Ahmad Haryanto hangat.
Melalui pengawasan dan kontrol ketat dari DLH Kota Magelang, Ahmad berharap budaya positif ini mengakar kuat pada karakter siswa. Pihak sekolah optimis, langkah kecil seperti budaya piket dan kepedulian terhadap sampah plastik di sekolah akan menjaga keberlanjutan ekosistem lingkungan hidup di masa depan.
Kontributor: Fury Fariansyah
Editor: Alafasy



