Berita

Bukan Asal Simpan! Begini Cara Menyimpan Obat Steril agar Tetap Efektif dan Aman

PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Menanggapi rendahnya pemahaman Beyond Use Date di masyarakat, tim dosen Fakultas Farmasi UMP memberikan edukasi manajemen obat steril kepada warga Desa Sokawera pada Sabtu (6/6/2026) demi mencegah bahaya penggunaan obat tidak layak.

Banyak orang mengira obat tetes mata, tetes telinga, hingga insulin tetap aman selama belum melewati tanggal kedaluwarsa pada kemasan. Anggapan ini keliru besar. Begitu segel terbuka, batas waktu penggunaan atau Beyond Use Date (BUD) langsung berjalan dan menentukan masa pakai obat tersebut.

Risiko Fatal Obat Setelah Dibuka

Ketua tim pengabdian, Dr. apt. Erza Genatrika, M.Sc., memperingatkan bahwa kualitas produk steril berubah drastis setelah udara luar masuk ke dalam kemasan. Pengguna sering mengabaikan fakta bahwa sediaan farmasi steril sangat rentan terkontaminasi mikroorganisme.

“Untuk sediaan farmasi steril, kualitas dan keamanan produk berubah drastis setelah kemasan terbuka. Masyarakat perlu memahami konsep Beyond Use Date agar penggunaan obat tetap aman dan efektif,” ujar Erza.

Kurangnya pemahaman ini memicu risiko infeksi sekunder karena bakteri berkembang biak di dalam cairan obat. Tim dosen Fakultas Farmasi UMP lantas memberikan edukasi langsung kepada puluhan kader Aisyiyah di Desa Sokawera, Kabupaten Banyumas, Sabtu (6/6/2026).

Dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi UMP berfoto bersama kader Aisyiyah setelah kegiatan edukasi penggunaan obat steril di Desa Sokawera.
Dosen Fakultas Farmasi UMP bersama kader Aisyiyah Desa Sokawera berkomitmen meningkatkan literasi penggunaan obat steril pasca-kegiatan pengabdian masyarakat.

Edukasi Praktis untuk Keluarga

Kegiatan ini bertujuan mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola obat di rumah tangga. Para dosen memberikan panduan langkah demi langkah mengenai cara menyimpan obat steril yang benar, mulai dari menjaga kebersihan tutup wadah hingga durasi penyimpanan yang diizinkan.

“Masyarakat sangat membutuhkan edukasi seperti ini karena banyak warga belum memahami batas waktu penggunaan obat setelah kemasan terbuka. Kami berharap ilmu yang kami berikan membantu warga menjaga kesehatan keluarga setiap hari,” ujar Pengurus Ranting Aisyiyah Desa Sokawera, Rahmawati, S.Pd.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMP. Seluruh peserta yang hadir membawa pulang media panduan praktis sebagai pengingat manajemen obat di rumah.

Menjamin Keselamatan Pasien di Rumah

Erza menambahkan, edukasi ini mengawali langkah terciptanya keselamatan pasien dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Masyarakat kini memiliki bekal untuk meminimalkan risiko penggunaan obat yang sudah tidak layak pakai, meskipun tanggal kedaluwarsa masih jauh.

“Masyarakat dapat menghindari berbagai risiko kesehatan akibat penggunaan obat yang tidak sesuai ketentuan dengan pemahaman yang baik. Hal ini menjadi upaya kami meningkatkan keselamatan pasien mulai dari lingkungan keluarga,” tambah Erza.

Langkah konkret ini diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan secara luas. UMP berkomitmen terus menjalankan Catur Dharma untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui edukasi yang solutif.

Kontributor: Cahyudi
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *