Resmikan Ibrahim Tower RS Roemani Semarang, PP Muhammadiyah Ingatkan Pentingnya Mutu Pelayanan Kesehatan

PWMJATENG.COM, SEMARANG — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengingatkan pentingnya penguatan mutu pelayanan kesehatan menyeluruh demi mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi. Seruan itu mengemuka saat peresmian Ibrahim Tower milik RS Roemani Semarang yang bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5/2026).
Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. Ia menjelaskan bahwa sektor kesehatan memiliki korelasi linear yang sangat kuat terhadap masa depan generasi penerus bangsa.
“Rumah sakit bukan hanya memberi pelayanan kesehatan bagi mereka yang sakit, tetapi Muhammadiyah juga terus bergerak memberikan pelayanan kesehatan komunitas secara menyeluruh. Mengapa? Karena bangsa ini masih memerlukan peningkatan kualitas kesehatan masyarakatnya, yang nantinya akan berpengaruh terhadap tingkat IQ, kualitas sumber daya manusia, serta penanganan penyakit menular maupun tidak menular,” ujar Haedar Nashir.
Menurutnya, pembenahan sektor kesehatan merupakan kunci utama sebelum membenahi sektor strategis lainnya. “Jika kesehatan rakyat baik, maka pendidikannya juga akan baik. Itulah komitmen Muhammadiyah,” tambah Haedar Nashir saat memberikan sambutan.

Komitmen Pelayanan Prima di Jawa Tengah
Senada dengan visi pusat, Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., mengapresiasi rampungnya pembangunan fasilitas modern ini. Ia menegaskan bahwa operasional gedung baru setinggi 13 lantai tersebut harus berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat lokal.
“Semoga dengan hadirnya gedung 13 lantai ini, pelayanan rumah sakit semakin prima, semakin memberi manfaat, serta semakin menyehatkan masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya,” ujar Tafsir.
Ia juga mengajak publik untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang dikelola secara profesional ini. “Kita tentu berharap masyarakat selalu sehat. Namun apabila sakit, berobatlah ke RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Insya Allah akan dilayani sepenuh hati dengan penuh keikhlasan dan profesionalisme. Mudah-mudahan RS Roemani Muhammadiyah Semarang semakin menjadi rumah sakit pilihan utama masyarakat,” tambahnya.

Investasi Kualitas SDM Indonesia
Pembangunan gedung baru ini sekaligus mengukuhkan posisi RS Roemani Semarang sebagai salah satu pusat layanan kesehatan modern di Jawa Tengah. Pihak manajemen memastikan bahwa penambahan fasilitas ini dirancang untuk menjawab tantangan dunia kedokteran yang kian dinamis.
Direktur RS Roemani Semarang, dr. Sri Mulyani, Sp.A., M.Kes., FISQua, memaparkan bahwa Ibrahim Tower menjadi tonggak baru peningkatan mutu layanan medis. Kehadiran gedung baru tersebut akan menambah kapasitas tampung pasien secara signifikan sekaligus memperkuat standar keselamatan.
“Ibrahim Tower RS Roemani ini merupakan bentuk pengembangan kapasitas layanan guna mengikuti perkembangan dunia perumahsakitan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” kata Sri Mulyani.
Ia menambahkan bahwa perluasan area ini juga membuka jalan bagi operasional berbagai fasilitas RS Roemani yang lebih modern dan mutakhir. Pihak manajemen menargetkan gedung baru ini mampu memangkas waktu tunggu antrean pasien.

Semangat Kemandirian Amal Usaha
Selain fokus pada peningkatan kualitas SDM Indonesia, proyek megah 13 lantai ini juga menyimpan cerita tentang tata kelola keuangan yang solid. Muhammadiyah mendanai seluruh proses konstruksi secara mandiri tanpa mengandalkan skema pinjaman yang membebani.
Haedar Nashir membeberkan bahwa kemandirian finansial menjadi prinsip dasar pergerakan organisasi. Prinsip ini berlaku bagi seluruh jaringan rumah sakit dan amal usaha yang tersebar di wilayah Indonesia.
“Gedung tiga belas lantai ini murni dibangun oleh rumah sakit secara mandiri dengan dana yang besar namun tetap akuntabel. Hampir seluruh rumah sakit dan amal usaha Muhammadiyah dibangun dengan semangat kemandirian,” tegas Haedar Nashir.
Langkah mandiri tersebut menjadi fondasi utama bagi organisasi untuk memberikan kontribusi nyata secara berkelanjutan kepada masyarakat luas. “Sebab, sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, tidak mungkin kami dapat melayani umat dan rakyat jika kami sendiri belum kuat. Dalam pemahaman kami, siapa yang tidak memiliki apa-apa, tidak mungkin dapat memberi apa-apa,” lanjutnya.
Meskipun mengedepankan kemandirian, Muhammadiyah tetap membuka pintu kolaborasi yang luas dengan pemerintah daerah maupun sektor swasta. Sinergi kolektif antarlebaga menjadi kunci utama untuk mempercepat pemerataan akses kesehatan global demi mewujudkan cita-cita luhur bangsa.
Kontributor: Medkom PWM Jateng
Editor: Alafasy



