Bawa Inovasi Lintas Fakultas, Delegasi Mahasiswa UMS Juara WYIE 2026 di Kuala Lumpur

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Delegasi Mahasiswa UMS Juara WYIE 2026 setelah sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat internasional. Mereka memborong 9 medali emas dan 1 medali perak dalam ajang World Young Inventor and Innovation Exhibition (WYIE) 2026. Kompetisi bergengsi ini berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada 18-20 Mei 2026.
Selain medali, salah satu tim perwakilan Universitas Muhammadiyah Surakarta juga membawa pulang special award dari Arab Saudi. Terlebih lagi, tim Brainlyt bentukan mahasiswa lintas fakultas sukses meraih penghargaan bergengsi Top 2 Best Asian Young Inventor. Keberhasilan ini membuktikan bahwa kualitas riset sivitas akademika UMS mampu mendominasi panggung global.
Sistem Seleksi Ketat di Kampus UMS
Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, Ph.D., mengapresiasi capaian luar biasa ini pada Kamis (21/5). Menurutnya, momentum kemenangan Mahasiswa UMS Juara WYIE 2026 menjadi bukti nyata peningkatan kualitas talenta kampus. Selain itu, prestasi ini harapannya dapat memicu motivasi mahasiswa lain untuk berani berkompetisi di kancah internasional.
Ihwan menjelaskan bahwa keberhasilan besar ini bermula dari pembinaan matang oleh pihak universitas. Melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI), kampus menerapkan sistem seleksi yang ketat. Setiap tim wajib mengikuti tahapan presentasi dan penilaian internal sebelum berangkat ke Malaysia.
Oleh karena itu, tidak semua pengajuan proposal kompetisi luar negeri bisa lolos dengan mudah. Pihak kampus sengaja memasang target tinggi sejak awal proses pembinaan. Strategi tersebut terbukti efektif karena setiap delegasi yang berangkat memiliki mental juara untuk meraih medali emas.
Ekosistem Riset Menuju Level Dunia
Selanjutnya, prosedur pembinaan terpadu dari DKPTI terbukti mampu membentuk ekosistem prestasi yang sehat. Ke depan, UMS menargetkan partisipasi riset yang jauh lebih luas daripada tingkat Asia. Manajemen kampus berkomitmen untuk terus mengirimkan delegasi menuju kompetisi sains di berbagai belahan dunia lainnya.
Langkah perluasan jangkauan ini penting agar para mahasiswa memiliki wawasan global yang komprehensif. Selain mengejar medali, pihak universitas juga mulai fokus mendorong hilirisasi hasil inovasi mahasiswa. Pasalnya, mayoritas karya inovatif yang menang di Malaysia masih berbentuk purwarupa (prototype).
Oleh sebab itu, hasil riset tersebut memerlukan pengembangan lebih lanjut agar dapat memenuhi standar pasar modern. Saat ini, kampus sedang menggalakkan program inkubator bisnis serta wadah talenta inovasi. Fasilitas ini akan mengawal karya mahasiswa agar siap terserap oleh dunia industri komersial.
Dampak Nyata Inovasi Bagi Masyarakat
Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Talenta, Inovasi, dan Prestasi DKPTI UMS, Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T., memberikan keterangan tambahan. Ia menyebut raihan 9 medali emas ini menegaskan pengakuan dunia terhadap riset kampus. Inovasi karya Mahasiswa UMS Juara WYIE 2026 terbukti setara dengan penemu muda negara lain.
Lebih lanjut, Al Fatih menekankan bahwa perjuangan tim tidak berhenti setelah kompetisi di Kuala Lumpur selesai. Pihak DKPTI segera mematangkan rencana hilirisasi untuk beberapa produk unggulan mahasiswa. Melalui langkah konkret ini, hasil riset dapat memberikan manfaat dan dampak positif secara langsung bagi masyarakat luas.
Kontributor: Humas UMS
Editor: ayma



