BeritaKabar Daerah

Cetak Orator Perempuan Andal, MTK PDA Jepara Gelar Lomba Pidato Dakwah

PWMJATENG.COM, Jepara – Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Jepara, menggelar Lomba Pidato Dakwah, Ahad (03/05). Bertempat di gedung SMP Muhammadiyah Jepara dengan mengusung tema Perempuan Berkemajuan, Menebar Dakwah Pencerahan.

Kegiatan jelang Milad Aisyiyah ke-109 ini diikuti masing-masing satu peserta dari setiap Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Jepara, kecuali PCA Karimunjawa. Ada 15 peserta yang unjuk kebolehan berorasi di depan para juri dalam menyampaikan isi pidatonya.

Hadir dalam momen lomba: Ketua PDA Jepara, Umi Kulsum yang juga sebagai juri, Ketua PDA periode muktamar 47, Sugiarti, dan Ketua MTK PDA Endang Puji Rahayu beserta jajarannya. Hadir pula dua juri lainnya yaitu Abdul Haris Zulmi dan Muttaqin.

Umi Kulsum dalam sambutan singkatnya menyampaikan bahwa kegiatan lomba pidato dakwah sangat penting. Apalagi para pesertanya dari ranting-ranting, berharap dengan digelarnya lomba ini akan melahirkan bibit-bibit pendakwah hingga di pelosok akar rumput.

Salah satu upaya memperkokoh dan memperkuat kader-kader Aisyiyah, yaitu dengan cara meningkatkan kemampuan dan kepiawaian dalam berdakwah. Termasuk memperkokoh peran Korps Muballighat yang sudah terbentuk usai mengikuti berbagai pelatihan beberapa waktu lalu.

Menurut ketua panitia lomba, Syarifah, lomba pidato dakwah digelar untuk menghasilkan penggerak dakwah di cabang masing-masing. Dengan lomba ini pula diharapkan terjalin silaturahmi muballighat antar cabang dan mampu berkiprah sebagai mubalighat Aisyiyah yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.

Durasi pidato yang dilombakan hanya 7 menit (kultum) sehingga setiap peserta dituntut mampu memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Isi pidato menjadi poin penting selain teknik penyampaian, penguasaan panggung, etika, penampilan, dan ketepatan waktu.

Pidato atau ceramah ringan atau kultum yang menyentuh, menyejukkan, dan menginspirasi yang berlandaskan amar makruf nahi mungkar, dipercaya mampu membawa pencerahan di kehidupan masyarakat.

Di akhir kegiatan lomba ada beberapa tips dari juri sebagai pedoman untuk menjadi muballighat tangguh, mencerahkan, dan berkemajuan. Tips tersebut di antaranya adalah harus siap mental dan siap materi yang akan disampaikan. Ceramah atau dakwah bukan untuk curhat maupun diskusi dan penyebutan yang berhubungan dengan ayat-ayat suci harus benar.

Kontributor: Wurry Srie

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://lppm.isi-ska.ac.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777Pkv games