SMP Muhammadiyah Keling Gelar Lomba Jarik Berwiru dan Merangkai Kata dalam Peringatan Hari Kartini

PWMJATENG.COM, JEPARA – SMP Muhammadiyah Keling memperingati Hari Kartini dengan kegiatan edukatif berupa upacara bendera, lomba jarik berwiru, dan lomba merangkai kata pada Selasa (21 April 2026 M/4 Zulkaidah 1447 H).
Kegiatan tersebut menjadi pembelajaran bermakna bagi para murid. Mereka tidak hanya mengikuti peringatan secara seremonial, tetapi juga diajak mengenal budaya, melatih ketelitian, serta memahami nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini.
Hari Kartini di SMP Muhammadiyah Keling
Peringatan Hari Kartini di SMP Muhammadiyah Keling diawali dengan upacara bendera. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang telah disiapkan oleh dewan guru.
Berbeda dari pembelajaran di kelas, kegiatan ini memberi pengalaman langsung kepada murid. Mereka belajar melalui praktik, kerja sama kelompok, dan pengenalan nilai budaya.
Lomba Jarik Berwiru Kenalkan Budaya Jawa
Salah satu lomba yang digelar adalah jarik berwiru. Lomba ini dilakukan secara berkelompok, dengan empat hingga lima murid dalam setiap kelompok.
Dalam lomba tersebut, murid belajar mewiru jarik dengan baik dan benar, kemudian memakainya secara rapi. Mereka juga dikenalkan dengan fungsi jarik dalam kehidupan masyarakat.
Guru seni dan budaya SMP Muhammadiyah Keling, Putri Mertia Aristi, menjelaskan bahwa jarik merupakan kain batik panjang dengan pola khas dan nama yang berbeda-beda.
“Jarik biasanya digunakan sebagai bawahan perempuan yang dipadukan dengan kebaya. Dalam keseharian, jarik juga berguna untuk menggendong bayi dan menjadi perlengkapan upacara adat, mulai dari pernikahan, kelahiran, hingga kematian,” terang Putri.
Menurut Putri, lomba jarik berwiru memiliki beberapa tahapan pembelajaran. Murid dikenalkan dengan jarik, diajari cara mewiru, lalu belajar memakai jarik agar rapi dan kokoh.
“Murid-murid juga diajarkan cara berjalan yang anggun bagi perempuan dan gagah bagi laki-laki. Dari lomba ini, mereka belajar kesabaran, ketelitian, dan kesopanan,” ujarnya.
Merangkai Kata dari Pemikiran R.A. Kartini
Selain lomba jarik berwiru, SMP Muhammadiyah Keling juga menggelar lomba merangkai kata. Dalam lomba ini, peserta terlebih dahulu diuji daya konsentrasinya oleh Siti Nurhidayah.
Peserta diminta mendengarkan beberapa kalimat bijak dengan saksama. Salah satu contoh kalimat yang digunakan adalah, “Tantangan datang dan pergi, tetapi percayalah setelah gelap terbitlah terang.”
Setelah itu, para peserta mengambil amplop berisi potongan kata secara acak. Mereka kemudian berlomba menyusun potongan kata tersebut menjadi kalimat yang baik dan benar.
Kalimat yang digunakan dalam lomba ini diambil dari pemikiran R.A. Kartini. Melalui kegiatan tersebut, murid diharapkan dapat mengenal pesan-pesan motivasi dan nilai perjuangan Kartini.
Pembelajaran Karakter bagi Murid
Para guru yang tergabung dalam panitia bekerja sama mendampingi, mengamati, dan menilai peserta lomba. Murid yang berhasil menjadi juara mendapatkan penghargaan dari sekolah.
Kegiatan peringatan Hari Kartini ini tidak hanya bertujuan mengenalkan kebaya dan jarik kepada murid. Lebih dari itu, sekolah ingin memberikan pengalaman belajar yang membentuk karakter positif.
Melalui lomba jarik berwiru dan merangkai kata, murid diharapkan mampu mengambil hikmah dari perjuangan R.A. Kartini. Nilai kesabaran, ketelitian, kesopanan, semangat belajar, dan cinta budaya menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka.
Kontributor: Siti Nurhidayah
Editor: Al-Afasy



