Ponpes Modern Muhammadiyah Asy Syifa Gelar Pengajian Milad Ke-9

PWMJATENG.COM, JEPARA – Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Asy Syifa Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara, menggelar pengajian dalam rangka milad ke-9 di kompleks ponpes setempat, Sabtu malam (25 April 2026 M/9 Zulkaidah 1447 H).
Pengajian milad Ponpes Asy Syifa ini dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Nalumsari, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Blimbingrejo, warga Muhammadiyah Nalumsari, wali santri, serta para santri.
Milad Ponpes Asy Syifa Dihadiri Tokoh Muhammadiyah
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PDM Jepara, KH. Fachrurrozi, yang juga bertindak sebagai penceramah. Turut hadir Sekretaris PDM Jepara H. Hanbali, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Jepara H. Sadjiman, Ketua LP2 PDM Jepara H. Rohadi, Ketua PCM Nalumsari KH. Badrudin Noor, serta Ketua PRM Blimbingrejo Edy Purwanto.
Salah satu hal menarik dalam pengajian ini adalah penggunaan empat bahasa oleh para pembawa acara. Keempat bahasa tersebut adalah bahasa Jawa, Indonesia, Arab, dan Inggris.
Para pembawa acara tersebut yakni Zinaikto Zanjabila dari kelas XII, Fatimah Azzahro dari kelas XI, dan Fildza Tsania dari kelas IX. Sementara itu, qari dalam kegiatan ini adalah Ustaz Abdulloh Mukhlis.
Mudir Ponpes Sampaikan Harapan Pengembangan
Mudir Ponpes Modern Muhammadiyah Asy Syifa, Ustaz Hery Huzaeri, menyampaikan bahwa kegiatan milad tahun ini dilaksanakan secara sederhana. Meski demikian, ia berharap peringatan milad pada tahun berikutnya dapat digelar lebih besar.
“Insyaallah tahun depan lebih besar lagi. Semoga bisa menghadirkan Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti,” ujar Ustaz Hery.
Ketua Panitia Milad Ponpes Asy Syifa, Ustaz Noor Rofik, juga menyampaikan terima kasih kepada warga Muhammadiyah Blimbingrejo. Menurutnya, keberadaan ponpes merupakan buah perjuangan besar warga Muhammadiyah setempat.
“Terima kasih kepada semua yang telah hadir meramaikan milad Ponpes Asy Syifa ke-9. Ponpes ini adalah hadiah dari perjuangan luar biasa warga Muhammadiyah Blimbingrejo,” kata Ustaz Noor Rofik.
KH. Fachrurrozi Ajak Warga Bersyukur dan Menguatkan Pendidikan
Dalam ceramahnya, Ketua PDM Jepara KH. Fachrurrozi mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. Ia menyampaikan bahwa nikmat sehat dan kesempatan hadir dalam kegiatan milad merupakan karunia yang patut disyukuri.
“Pertama dan yang utama, mari kita bersyukur kepada Allah. Dengan nikmat sehat, kita bisa hadir meramaikan milad ke-9 ini. Semoga kehadiran Bapak dan Ibu membawa semangat bagi PRM Blimbingrejo,” ujarnya.
KH. Fachrurrozi juga mengingatkan bahwa banyak tokoh Muhammadiyah lahir dari lingkungan pesantren. Karena itu, ia mendorong para orang tua dan pendidik untuk mengenalkan tokoh-tokoh Muhammadiyah kepada anak-anak.
Ia juga berpesan agar anak-anak terus didorong memiliki sifat sabar, semangat belajar, dan kecintaan terhadap ilmu. Menurutnya, pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi berakhlak dan berkemajuan.
Penghargaan Antologi Santriwati
Dalam rangkaian milad Ponpes Asy Syifa, panitia juga memberikan penghargaan kepada para juara ajang antologi pertama tahun ini. Penghargaan diberikan untuk empat kategori, yaitu juara I, juara II, juara III, dan puisi terbaik.
Juara I diberikan kepada Dayana Athiya Mumtaz. Naskahnya dinilai mengajarkan kemandirian dalam bersujud melalui cerita seorang anak yang kuat menghadapi berbagai ujian.
Juara II diraih Raisa Tazkia. Ia dinilai memiliki naskah yang rapi, baik dari segi teks maupun penggunaan tanda baca.
Sementara itu, juara III diberikan kepada Queennisa Mutiara. Ia disebut sebagai penulis yang tidak kenal lelah karena mampu menulis ratusan hingga ribuan kata.
Lomba menulis ini diikuti oleh 40 santriwati. Karya mereka dibukukan dalam antologi berjudul Langkah Kecil Menuju Cita. Buku tersebut memiliki ketebalan sekitar 450 halaman, disunting oleh Catur Kristiani, M.Pd., dan diterbitkan oleh Asfana Literasi, Pati, Jawa Tengah.
Melalui kegiatan milad ke-9 ini, Ponpes Modern Muhammadiyah Asy Syifa berharap dapat terus menguatkan pendidikan, dakwah, literasi, dan pembentukan karakter santri.
Kontributor: Edi Sulton
Editor: Al-Afasy



