PWM Jateng Tunjuk UMPP sebagai Pusat Unggulan SatuMu di Pekalongan Raya

PWMJATENG.COM, SALATIGA – Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) resmi ditunjuk sebagai Center of Excellence (CoE) atau pusat unggulan dalam program transformasi digital Muhammadiyah Jawa Tengah. Penunjukan tersebut dilakukan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Maju, Profesional, dan Modern (MPM) serta SatuMu di Hotel Grand Wahid, Salatiga, 22–23 April 2026.
Sebagai pusat unggulan untuk wilayah Karesidenan Pekalongan Raya, UMPP bertugas memberikan pendampingan teknis, pelatihan, dan monitoring kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dalam mengaktivasi sistem SatuMu dan e-KTAM.
Sinergi Kampus dan Organisasi
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dodok Sartono, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pelibatan kampus besar seperti UMPP merupakan langkah konkret untuk memastikan akselerasi ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan efektif hingga tingkat daerah.
“CoE ini diampu oleh kampus-kampus besar di masing-masing karesidenan dengan tujuan memberikan pendampingan, pelatihan, serta monitoring kepada PDM. Aktivasi Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) menjadi poin krusial yang harus dikawal,” jelas Dodok.
UMPP bergabung dengan sembilan kampus besar lainnya di Jawa Tengah yang bergerak bersama untuk mempercepat modernisasi manajemen organisasi sesuai amanat Muktamar ke-48.
Komitmen UMPP untuk Pekalongan Raya
Dalam kegiatan tersebut, UMPP mengirimkan dua perwakilan utama, yakni Dr. Usamah, S.E., M.Si. dan Imam Setiobudi, S.I.Pust., sebagai penggerak pusat unggulan wilayah Pekalongan Raya.
Dr. Usamah menegaskan bahwa UMPP siap mengemban amanah tersebut dan berkomitmen penuh untuk bersinergi dengan PDM di wilayah Karesidenan Pekalongan Raya.
“Kami siap memberikan dukungan penuh bagi PDM agar sistem satu data ini segera terwujud. Sinergi antara akademisi dan struktural organisasi adalah kunci manajemen MPM,” ungkap Dr. Usamah.
Visi Besar PWM Jawa Tengah
Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. K.H. Tafsir, M.Ag., menyambut baik peran aktif perguruan tinggi dalam memperkuat tata kelola organisasi. Ia menegaskan bahwa di era kompetisi saat ini, penguasaan teknologi merupakan sebuah keharusan.
“Organisasi kita tidak boleh hanya sekadar ada, tetapi harus kompetitif. Perkuat manajemen melalui IPTEK, dan mulailah dari jajaran PDM dengan dukungan para pakar dari kampus kita sendiri,” pesan Kyai Tafsir.
Penunjukan UMPP sebagai pusat unggulan di Pekalongan Raya diharapkan mampu mempercepat implementasi SatuMu dan memperkuat tata kelola organisasi Muhammadiyah yang lebih maju, profesional, dan modern berbasis data digital.
Kontributor: Imam
Editor: Al-Afasy



