Expo Race Teknik Industri UMS Tampilkan Karya Mobil Mini Mahasiswa

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Expo Race Teknik Industri UMS sebagai puncak rangkaian Praktikum Teknik Industri 1 di Lapangan Basket Kampus 2 UMS, Sabtu (11/4).
Kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menampilkan mobil mini yang mereka rancang dan rakit secara mandiri selama praktikum. Selain menutup rangkaian kegiatan akademik, expo race juga menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas dan kerja keras mahasiswa.
Dosen Teknik Industri UMS, Ir. Ratnanto Fitriadi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa expo race merupakan balapan mobil karya mahasiswa yang dibuat secara berkelompok dalam Praktikum Teknik Industri 1.
“Tujuan expo race ini adalah sebagai rangkaian penutupan dan apresiasi bagi teman-teman praktikan yang telah menyelesaikan agenda Praktikum Teknik Industri 1,” ujar Ratnanto.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan hasil akhir berupa kendaraan mini yang melaju di lintasan, tetapi juga menunjukkan proses pembelajaran mahasiswa, mulai dari tahap perancangan, produksi, hingga pengujian performa produk.
Ratnanto berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada masa mendatang dengan inovasi yang lebih baik.
Ajang Apresiasi Karya Mahasiswa
Dalam expo race ini, panitia memberikan sejumlah penghargaan kepada peserta. Kategori yang diperlombakan meliputi pemenang race, best design, most favourite product, laporan terbaik, dan kelompok terkompak.
Koordinator Laboratorium Teknik Industri, Bayu Ahmad Wicaksono, menjelaskan bahwa sebelum mengikuti expo race, mahasiswa mendapat tugas merakit mobil remote control sebagai bagian dari praktikum.
Peserta kegiatan merupakan mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Teknik Industri yang terbagi dalam 36 kelompok.
Dibuat dari Nol di Laboratorium
Bayu menyampaikan bahwa tema yang diusung dalam kegiatan ini mengadopsi konsep GT3 Cars. Seluruh proses produksi dilakukan di Laboratorium Teknik Industri dengan memanfaatkan bahan mentah berupa lembaran PVC foam berukuran 60 x 120 sentimeter dengan ketebalan 1 sentimeter.
Bahan tersebut kemudian diolah menggunakan berbagai mesin yang tersedia di laboratorium berdasarkan gambar kerja yang telah dirancang masing-masing kelompok.
“Jadi mereka membuat dari nol,” kata Bayu.
Proses perakitan mobil melibatkan berbagai komponen penting. Pada bagian chassis, mahasiswa menyusun elemen seperti gardan, axle, dan steering hub. Sementara pada bagian bodi, mereka merakit body kanan-kiri, front bumper, back bumper, engine hood, serta fender.
Seluruh komponen tersebut dirakit secara sistematis hingga menghasilkan kendaraan mini yang tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga memiliki nilai estetika.
Kontributor: Maysali
Editor: Al-Afasy



