Berita

Direktur RS UMS Percayakan Putrinya Tempuh Pendidikan Kedokteran di UMS

PWMJATENG.COMSURAKARTA — Direktur RS UMS A.R. Fachrudin, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes., menegaskan kepercayaannya terhadap kualitas pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan mempercayakan putrinya, Nazala Suha Arisna, menempuh studi di Program Studi Kedokteran UMS.

Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri prosesi wisuda putrinya yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana di Prodi Kedokteran UMS, Minggu (5/4).

Menurut Em Sutrisna, UMS telah terbukti sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang kompetitif di Indonesia. Ia menilai kualitas akademik UMS didukung oleh capaian akreditasi program studi serta pengakuan dalam berbagai pemeringkatan.

“Saya kira UMS sudah terbukti sebagai salah satu PTS terbaik di Indonesia. Mayoritas program studi sudah berakreditasi unggul, termasuk Fakultas Kedokteran,” ungkapnya.

Kepercayaan pada Kualitas Kedokteran UMS

Ia menjelaskan, dalam sistem pendidikan kedokteran saat ini, tidak ada lagi sekat yang tajam antara perguruan tinggi negeri dan swasta. Mahasiswa kedokteran, menurutnya, menghadapi ujian nasional dengan standar soal dan waktu yang sama.

Karena itu, kata dia, kualitas lulusan sangat ditentukan oleh mutu proses pendidikan dan akreditasi institusi.

“Yang membedakan adalah akreditasi. Fakultas Kedokteran UMS sudah Unggul, bahkan sedang menuju akreditasi internasional. Ini yang membuat kami mantap mempercayakan pendidikan putri kami di sini,” jelasnya.

Penguatan Karakter Selama Kuliah

Selain dari sisi akademik, Em Sutrisna juga menyoroti perkembangan karakter putrinya selama menempuh pendidikan di UMS. Ia menilai nilai-nilai keislaman yang ditanamkan di kampus memberi pengaruh nyata dalam pembentukan sikap dan kedewasaan.

Menurutnya, mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi salah satu kekuatan pendidikan di UMS. Ia juga menyebut pembiasaan muraja’ah sebelum tutorial sebagai nilai tambah dalam pendidikan kedokteran.

“Perubahannya sangat terasa. Nilai-nilai Islam seperti hormat kepada orang tua, kedisiplinan, hingga kedewasaan semakin kuat. Di kedokteran bahkan ada muraja’ah sebelum tutorial, dan syarat masuknya harus hafal juz 30. Ini menjadi nilai lebih,” terangnya.

Pesan untuk Menjalani Pendidikan Profesi

Saat ini, putrinya diketahui tengah melanjutkan pendidikan profesi dokter di Rumah Sakit Daerah Magetan. Em Sutrisna berpesan agar seluruh lingkungan rumah sakit dijadikan ruang belajar selama menjalani proses pendidikan profesi.

Ia menekankan pentingnya sikap rendah hati, sopan, dan komunikatif dalam membangun kompetensi sebagai dokter.

“Saya berpesan agar semua di rumah sakit dijadikan guru, mulai dari dosen, perawat, tenaga pendukung, hingga pasien dan keluarganya. Kuncinya adalah tawadhu, rendah hati, sopan, dan komunikatif,” pesannya.

Ia berharap putrinya kelak menjadi dokter yang tidak hanya profesional, tetapi juga salihah dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan negara.

Wisuda UMS yang Hangat dan Inklusif

Di akhir pernyataannya, Em Sutrisna juga menyampaikan kesan terhadap prosesi wisuda UMS. Ia menilai suasana wisuda berlangsung hangat dan penuh keakraban.

“Wisuda ini terasa sangat akrab. UMS menunjukkan diri sebagai kampus yang inklusif,” pungkasnya.

Kontributor : Fika
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/