Mahasiswa UMS Asal Mesir Lulus dengan IPK 4,00, Kuasai Riset Perbankan Syariah

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Mahasiswa UMS asal Mesir, Mariam Ahmad Hamza Serour Elbanna, lulus dari Program Magister Hukum Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan IPK sempurna 4,00. Pada periode wisuda kali ini, ia juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik.
Di tengah ribuan wisudawan yang mengikuti prosesi wisuda UMS, capaian Mariam menjadi sorotan. Ia tidak hanya menuntaskan studi magisternya dengan hasil membanggakan, tetapi juga menunjukkan prestasi akademik melalui riset dan publikasi ilmiah bereputasi.
“Alhamdulillah saya juga menjadi mahasiswa terbaik,” tuturnya pada Sabtu (4/4).
Lulus Terbaik dengan IPK 4,00
Mariam menyelesaikan studi di Program Magister Hukum Ekonomi Syariah dengan capaian akademik sempurna. Keberhasilannya menjadi salah satu potret kiprah mahasiswa internasional di UMS.
Ia mengaku bahagia atas pencapaian tersebut. Bagi Mariam, perjalanan belajar di Indonesia memberi banyak pengalaman, bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam pergaulan lintas budaya.
“Belajar di Indonesia alhamdulillah saya dapat banyak ilmu, dapat banyak teman-teman. Saya ingin bilang, UMS is the best, yang terbaik di dunia ini,” ujarnya antusias.
Momen wisuda itu pun menjadi pengalaman emosional baginya. Ia mengaku sulit tidur pada malam sebelum prosesi karena tak sabar menyambut hari bersejarah tersebut.
Pengalaman Studi di Indonesia
Selama menempuh pendidikan di UMS, Mariam merasakan dukungan dari banyak pihak, mulai dari teman-teman, dosen, hingga Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional.
Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu proses adaptasi dan perjalanan akademiknya selama belajar di Indonesia.
“International office sangat membantu Mariam banyak sekali. I can’t forget this, jazakumullah khairan katsiran,” ungkapnya.
Setelah lulus, Mariam berencana melanjutkan studi doktoral di UMS. Ia berharap dapat menempuh jenjang tersebut melalui beasiswa.
Riset Basel Accord dan Perbankan Syariah
Di balik prestasinya, Mariam menaruh perhatian besar pada riset perbankan syariah. Ia lulus setelah berhasil mempublikasikan artikel ilmiah yang terindeks Scopus Q3.
Penelitiannya mengangkat topik Basel Accord dan Islamic Banking, yang membahas penerapan regulasi perbankan internasional dalam sistem perbankan syariah.
Menurut Mariam, Basel Accord selama ini lebih lekat digunakan dalam sistem perbankan konvensional. Sementara itu, bank syariah memiliki karakteristik khusus yang menuntut pendekatan berbeda, termasuk dalam aspek sukuk, riba, dan muamalah.
“Karena rule itu khas untuk bank yang bukan Islam, tetapi hari ini dicoba di bank syariah. Lalu saya perbandingkan penerapannya karena di bank syariah ada sukuk, riba, muamalat. Kalau rule tadi tidak untuk fokus ke itu, bagaimana kalau kita harus fokus pada Islam lebih dari rule itu,” jelasnya.
Perjalanan publikasi ilmiah itu tidak dilaluinya dengan mudah. Pada awalnya, ia mengaku belum memahami proses publikasi di jurnal internasional bereputasi. Namun, berkat bimbingan dosennya, Dr. Muthoifin, S.H.I., M.Ag., ia mampu melalui proses tersebut hingga berhasil.
Kini, Mariam telah menorehkan sejumlah publikasi ilmiah bereputasi. Ia disebut telah menghasilkan dua publikasi di jurnal Scopus Q1, dua di Scopus Q3, serta beberapa artikel di jurnal terindeks Sinta.
UMS Wisuda 2.519 Mahasiswa
Pada Upacara Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor Periode III Tahun Akademik 2025/2026, UMS meluluskan total 2.519 mahasiswa. Sebanyak 1.095 wisudawan mengikuti prosesi pada hari pertama.

Dari total lulusan tersebut, 2.382 merupakan lulusan sarjana, 122 magister, dan 15 doktor.
Prestasi akademik para lulusan juga cukup membanggakan. Sebanyak 1.329 wisudawan meraih predikat cumlaude, sedangkan 1.465 lulusan telah menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi.
Adapun rata-rata masa studi tercatat relatif cepat, yakni 3 tahun 8 bulan untuk jenjang sarjana, 1 tahun 8 bulan untuk magister, dan 2 tahun 11 bulan untuk doktor.
Kontributor: Maysali
Editor: Al-Afasy



