Berita

Dr Tafsir Ingatkan Warga Wiradesa Tak Kurangi Kadar Zakat dan Pahami Fiqh Muhammadiyah Kontekstual

PWMJATENG.COM, Pekalongan — Umat Islam diimbau untuk tidak mengurangi takaran zakat fitrah dan mulai mempelajari kajian hadis secara ilmiah guna memperkuat penerapan fiqh Muhammadiyah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini ditegaskan dalam Pengajian Silaturahmi 1447 H yang berlangsung khidmat di Masjid Sabilurrohman, Wiradesa, Ahad (5/4/2026).

Dalam ceramah intinya, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., menjelaskan bahwa pemahaman agama harus berjalan beriringan dengan dinamika zaman. Meskipun prinsip dasar Islam bersifat tetap, namun praktik di lapangan perlu mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat. Oleh karena itu, fiqh Muhammadiyah kontekstual hadir untuk memberikan solusi yang relevan tanpa meninggalkan syariat.

“Konsep syariah tidak berubah, tetapi praktiknya bisa menyesuaikan dengan kondisi dan budaya masyarakat,” ujar Dr. Tafsir di hadapan ratusan jamaah yang memadati Masjid Sabilurrohman.

Koreksi Waktu Imsak dan Zakat Fitrah

Salah satu poin penting yang beliau bahas adalah perbedaan penentuan waktu fajar. Beliau menjelaskan mengapa terdapat perbedaan metode perhitungan antara Muhammadiyah dan praktik umum. Menurutnya, pemahaman ini krusial agar umat tidak bingung menghadapi variasi jadwal imsakiyah yang beredar di masyarakat.

Selain imsak, standar zakat fitrah juga menjadi sorotan utama. Dr. Tafsir mengingatkan umat agar tetap berhati-hati dalam menimbang zakat. Meskipun ukuran di Indonesia rata-rata mencapai 2,5 kilogram, ketelitian tetap menjadi prioritas utama. Beliau menegaskan agar umat tidak sampai mengurangi kadar zakat yang telah menjadi kewajiban.

“Umat harus bersikap hati-hati dan tidak mengurangi kadar zakat. Pemahaman hadis secara ilmiah melalui kajian sanad dan matan sangat diperlukan,” tegasnya kembali.

Amal Jariah dan Inovasi Organisasi

Ketua PCM Wiradesa, Abdul Basit Amin, M.Pd., menambahkan bahwa nilai-nilai fiqh tersebut harus mewujud dalam amal nyata. Muhammadiyah Wiradesa saat ini terus mendorong pengembangan amal usaha di bidang ekonomi dan pendidikan. Saat ini, pihak panitia sedang menyelesaikan pembangunan tiga ruang kelas pesantren dengan kekurangan dana sekitar Rp134 juta.

Sebagai penutup, pengajian ini mengajak jamaah untuk aktif bertanya dan berdiskusi mengenai problematika agama. Melalui pendekatan yang inklusif, masyarakat diharapkan mampu menjalankan ibadah dengan landasan ilmu yang kuat. Acara ini pun berakhir dengan penuh khidmat sebagai ajang silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai moderasi beragama.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/