Berita

KBIHU Gema Arofah Wonosobo Lepas 175 Calon Jamaah Haji 2026

PWMJATENG.COMWonosobo — Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Gema Arofah Kabupaten Wonosobo menggelar silaturahmi jamaah haji lintas angkatan 2005–2025 sekaligus pelepasan 175 calon jamaah haji tahun 2026/1447 H di Gedung Adipura Kencana, Sabtu (5/4/2026).

Sebanyak 175 calon jamaah haji yang dilepas terdiri atas 82 laki-laki dan 93 perempuan. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan pembinaan bagi jamaah menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.

Ketua KBIHU Gema Arofah, H. Teguh Ridwan, dalam sambutannya menegaskan bahwa ibadah haji tidak hanya menuntut kesiapan ruhani, tetapi juga kesiapan fisik.

“Sekitar 95 persen ibadah haji adalah aktivitas fisik. Karena itu, menjaga kesehatan menjadi keharusan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya semangat ta’awun atau saling menolong, khususnya bagi jamaah yang lebih muda untuk membantu jamaah yang lebih tua. Menurutnya, kebersamaan dan kepedulian antarsesama jamaah menjadi bagian penting dalam ikhtiar meraih haji mabrur.

Selain itu, Teguh Ridwan meminta seluruh calon jamaah mengikuti rangkaian manasik dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan. “Balasan haji mabrur tidak lain adalah surga,” katanya.

Perwakilan jamaah, Sumekto Hendro Kustanto, menyampaikan rasa syukur atas bimbingan yang telah diberikan KBIHU Gema Arofah. Ia juga memohon doa restu serta meminta maaf kepada seluruh hadirin sebelum menunaikan ibadah haji.

Ketua PDM Wonosobo, H. Bambang WEN, turut mendoakan agar seluruh jamaah diberi kemudahan dalam menunaikan rukun, wajib, dan sunah haji. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan dan pelayanan jamaah.

Sementara itu, Bupati Wonosobo, H. Afif Nur Hidayat, menyampaikan apresiasi atas konsistensi KBIHU Gema Arofah dalam membina jamaah haji. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tercermin dari lahirnya jamaah yang sehat, mandiri, dan mampu menjalankan ibadah dengan benar.

Dalam tausiyahnya, Ketua PP Muhammadiyah, H. Agus Taufiqurrahman, menekankan bahwa ibadah haji harus melahirkan perubahan akhlak dan integritas sosial setelah jamaah kembali ke tanah air.

“Ibadah haji itu berat. Harus dibekali takwa, niat yang ikhlas, dan kesadaran bahwa validasi amal bukan dari manusia, tetapi dari Allah,” ujarnya.

Ia menyebut sedikitnya enam indikator haji mabrur, yaitu keikhlasan, kesesuaian manasik dengan tuntunan Rasulullah, kesabaran, tutur kata yang baik, kemampuan menebar kedamaian, serta semangat menolong dan bersedekah.

Kegiatan silaturahmi dan pelepasan ini juga menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi jamaah, tidak hanya sebelum berangkat, tetapi juga setelah pulang dari Tanah Suci. Dengan demikian, kemabruran haji diharapkan benar-benar tercermin dalam akhlak, relasi sosial, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Kontributor: Rudyspramz
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/