Berita

Pengajian Akbar PDM Kabupaten Pekalongan Hadirkan Abdul Mu’ti, Ribuan Jemaah Padati Masjid Raya Al Khuzaemah

PWMJATENG.COMPEKALONGAN — Ribuan warga, simpatisan, dan kader organisasi otonom Muhammadiyah memadati halaman Masjid Raya Al Khuzaemah Kajen dalam kegiatan Silaturahmi dan Pengajian Akbar yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Jumat. Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Abdul Mu’ti, M.Ed., sebagai pemateri utama.

Sejak pagi, suasana acara berlangsung khidmat dan hangat. Kehadiran Abdul Mu’ti menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin mengikuti tausiyah dan silaturahmi akbar warga Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan.

Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Mulyono, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Abdul Mu’ti. Menurutnya, kehadiran tokoh nasional tersebut menjadi penyemangat bagi warga persyarikatan di daerah.

“Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja cermat harus menjadi landasan kita. Atas nama pimpinan daerah, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. Abdul Mu’ti. Kehadiran beliau membuat kebahagiaan warga Muhammadiyah Pekalongan menjadi sempurna,” ujar Mulyono.

Ia menambahkan, momentum ini menjadi penguat bagi PDM Kabupaten Pekalongan untuk terus berkhidmat dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pelayanan umat. Tujuannya adalah mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya serta mendukung Pekalongan yang maju, adil, makmur, dan bermartabat.

Tekankan Sinergi Muhammadiyah dan Pemerintah

Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., juga menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Muhammadiyah. Menurutnya, kontribusi Muhammadiyah selama ini sangat besar, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Sinergi yang terjalin selama ini luar biasa. Separuh persoalan di Kabupaten Pekalongan, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, terbantu oleh warga Muhammadiyah. Maka, wajib hukumnya bagi pemerintah untuk bekerja sama dan dekat dengan Muhammadiyah dalam upaya memajukan bangsa,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Sukirman juga menyinggung komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki pelayanan publik dan membangun kembali kepercayaan masyarakat. Ia menyebut efisiensi anggaran menjadi salah satu langkah strategis yang diambil pemerintah daerah.

Menurutnya, anggaran pembangunan kantor DPRD yang semula direncanakan akan dialihkan untuk perbaikan jalan raya. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang lebih baik.

Abdul Mu’ti Soroti Tradisi Halalbihalal Indonesia

Dalam tausiyahnya, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya merawat tradisi luhur keislaman khas Indonesia sebagai modal sosial bangsa. Ia menyoroti tradisi halalbihalal dan ungkapan “mohon maaf lahir dan batin” yang dinilainya sebagai kekhasan budaya Indonesia.

Menurut Abdul Mu’ti, tradisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya menekankan hubungan spiritual dengan Allah, tetapi juga pentingnya memperbaiki hubungan antarsesama manusia.

Ia menjelaskan bahwa Ramadan merupakan ikhtiar pembersihan spiritual, sedangkan kesalahan kepada sesama hanya dapat diselesaikan dengan permintaan maaf yang tulus.

Mengutip Surah Ali Imran ayat 133–134, Abdul Mu’ti menyebut tiga ciri orang bertakwa, yakni gemar berinfak, mampu menahan marah, dan memaafkan sesama.

“Oleh nesu, tapi ojo nesunan,” ujarnya, yang disambut antusias jemaah.

Ajak Warga Bijak Bermedia Sosial

Selain menyampaikan pesan keagamaan, Abdul Mu’ti juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Ia mengajak jemaah untuk menjaga hubungan sosial dan tidak terjebak dalam prasangka buruk maupun kebiasaan mencari-cari kelemahan orang lain.

“Jangan biarkan media sosial merusak hubungan sosial. Jauhi prasangka buruk, jangan merasa lebih baik dari orang lain, dan berhentilah mencari-cari kelemahan sesama. Mari kita sebar rahmat dan saling memuliakan di mana pun kita berada,” pungkasnya.

Kegiatan Silaturahmi dan Pengajian Akbar ini menjadi ajang mempererat ukhuwah warga Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sekaligus memperkuat semangat berkhidmat untuk umat, bangsa, dan daerah.

Kontributor: MPI PDM Kab. Pekalongan
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/