Kajian PRM Bolang: Ustadz Syaifuddin Tekankan Pentingnya Tafsir dalam Beribadah

PWMJATENG.COM, KRANGGAN – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bolang menggelar Kajian Ramadhan bertema “Ramadhan Bulan Al-Qur’an” pada Ahad (1/3). Bertempat di Masjid Baiturrahman, Dusun Setepeng Bolang, Desa Klepu, kajian subuh ini menghadirkan narasumber Ustadz Syaifuddin Djaesan, S.Sy., S.Th.I., yang membedah pentingnya pemahaman tafsir sebagai fondasi utama ibadah.
Dalam paparannya, Ustadz Syaifuddin mengingatkan jamaah bahwa membaca Al-Qur’an harus dibarengi dengan upaya memahami maknanya secara mendalam. Ia mengambil contoh Surah Al-Hijr ayat 99: “Wa’bud rabbaka hattâ ya’tiyakal-yaqîn”.
“Kata Yaqin jika hanya dibaca secara tekstual berarti kepastian, namun secara tafsir maknanya adalah kematian. Maka ayat ini memerintahkan kita menyembah Allah sampai ajal menjemput,” ujarnya. Pemahaman tafsir yang benar, menurutnya, menjadi kunci agar umat Islam menjalankan perintah agama dengan penuh kesadaran.
Ustadz Syaifuddin mendorong setiap keluarga Muslim untuk membangun perpustakaan mini di rumah sebagai rujukan dasar keislaman. Ia menyarankan setiap rumah memiliki mushaf Al-Qur’an beserta terjemah dan kitab tafsir, serta kitab hadis populer seperti Riyadhus Shalihin dan Bulughul Maram.
“Al-Qur’an dan Sunnah tidak bisa dipisahkan. Al-Qur’an memberikan perintah umum seperti salat, sementara tata caranya dijelaskan secara rinci melalui hadis Nabi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menguraikan keistimewaan Ramadhan merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 185. Ia menekankan bahwa Ramadhan adalah satu-satunya nama bulan yang disebut secara eksplisit dalam Al-Qur’an karena kemuliaannya sebagai waktu turunnya wahyu pertama. Al-Qur’an hadir sebagai Hudan lin-nas (petunjuk bagi manusia) dan Al-Furqan (pembeda antara yang benar dan batil).
Menutup kajian yang berlangsung khidmat tersebut, Ustadz Syaifuddin mengutip pesan pamungkas Rasulullah SAW tentang dua perkara yang menjamin umat tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepadanya, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah.
PRM Bolang berharap melalui kajian ini, semangat kembali kepada Al-Qur’an di tengah masyarakat semakin menguat, sehingga ibadah di bulan Ramadhan tahun ini membawa perubahan nyata yang mencerahkan kehidupan umat.
Editor: Al-Afasy



