KHGT: Ikhtiar Muhammadiyah Menuju Satu Hari Satu Tanggal untuk Dunia

Oleh: Firman Santoso, M.Pd. (Kepala MI Muhammadiyah Danurejo)
Muhammadiyah telah menetapkan penggunaan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). Langkah ini bukanlah sekadar perbedaan teknis, melainkan sebuah ijtihad kolektif untuk menghadirkan sistem penanggalan Islam yang ilmiah, konsisten, dan berorientasi pada persatuan global.
Berikut adalah empat fondasi metodologis yang melandasi langkah besar tersebut:
1. Presisi Astronomi Modern
Ilmu astronomi saat ini telah mencapai tingkat akurasi yang luar biasa. Jika astronom mampu memprediksi gerhana hingga hitungan detik secara empiris, maka perhitungan posisi hilal tentu memiliki kepastian yang sama. KHGT mengintegrasikan dalil syar’i dengan kemajuan sains, memungkinkan kalender Islam disusun jauh hari dengan kepastian yang setara dengan kalender Masehi.
2. Konsistensi Logika Sistemik
KHGT menawarkan solusi atas kerancuan kriteria derajat yang bersifat lokal. Dengan prinsip “satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia”, tidak ada lagi kebingungan perbedaan tanggal dalam momentum ibadah global seperti Ramadan atau Idulfitri. Sistem ini menghapuskan pertanyaan logis: jika satu wilayah sudah memenuhi kriteria namun wilayah lain belum, lantas dunia sedang berada di tanggal berapa?
3. Ruang Ijtihad dan Ketaatan
Ketaatan kepada pemerintah adalah prinsip penting dalam bernegara. Namun, dalam ranah ijtihad keagamaan yang bersifat metodologis, ruang perbedaan tetap diakui. Muhammadiyah menghormati hasil sidang isbat pemerintah, namun secara organisatoris menjalankan hasil ijtihad berdasarkan manhaj yang diyakini sebagai bentuk tanggung jawab keilmuan.
4. Belajar dari Sejarah Pembaruan
Setiap pemikiran baru memerlukan proses panjang untuk diterima. Dahulu, K.H. Ahmad Dahlan sempat ditolak saat meluruskan arah kiblat dengan perhitungan astronomi. Namun kini, hal tersebut menjadi standar umum. Demikian pula KHGT; sejarah membuktikan bahwa gagasan yang berlandaskan ilmu dan kemaslahatan umat pada akhirnya akan menemukan tempatnya di hati masyarakat.
Perbedaan bukanlah perpecahan, melainkan dinamika ijtihad. KHGT adalah ikhtiar peradaban Muhammadiyah untuk membawa umat Islam menuju keteraturan global. Pembaruan yang berdasar ilmu dan kesungguhan, pada waktunya, akan menemukan legitimasi sosialnya sendiri.
Editor: Al-Afasy



