Berita

Ubah Paradigma, ‘Aisyiyah Sulsel Tegaskan Sampah Adalah Agenda Peradaban

MAKASSAR — Sampah tidak pernah benar-benar hilang; ia hanya berpindah tempat dan waktu menjadi beban generasi mendatang. Menyadari hal ini, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sulawesi Selatan menggelar Seminar Nasional Online bertajuk “Sampah Tuntas: Kolaborasi ‘Aisyiyah, Pemerintah, dan Masyarakat”, Sabtu (21/2), bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional.

Seminar yang diikuti oleh 474 peserta ini menjadi momentum penting untuk mengubah perspektif masyarakat: dari sekadar “membuang” menjadi “mengelola” secara berkelanjutan.

Ketua LLHPB Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. Rahmawati Husein, dalam keynote speech-nya memaparkan fakta miris: Indonesia kini berada di posisi kelima penyumbang sampah plastik terbesar dunia dan peringkat kedua penghasil sampah makanan.

Sebagai solusi, ia mengajak masyarakat melampaui konsep 3R tradisional dan beralih ke 7R: Rethink (timbang kembali), Refuse (tolak sekali pakai), Reduce, Reuse, Repair, Recycle, hingga Rot/Regift (mengomposkan atau memberi barang layak pakai kepada orang lain).

Senada dengan hal tersebut, Dr. Aditya Rahman KN (Untirta) menekankan perlunya perubahan model ekonomi. “Sampah seharusnya dilihat sebagai profit center, bukan cost center. Solusi sejati bukan di hilir (TPA), melainkan harus dimulai dari rumah tangga,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Eymal Bahsar Demmallino (Unhas) mengaitkan pengelolaan lingkungan dengan identitas manusia sebagai khalifatul fil ard. Menurutnya, sampah adalah sumber daya yang terabaikan akibat gaya hidup konsumtif yang menempatkan manusia sebagai pusat segalanya.

Dari sisi pedagogi, Prof. Sulfasyah (Unismuh Makassar) menegaskan bahwa pengetahuan saja tidak cukup. Dibutuhkan refleksi untuk membentuk kebiasaan minim sampah sejak dini melalui jaringan pendidikan ‘Aisyiyah. Hal ini diperkuat oleh Dr. Faidah Azuz (Univ. Bosowa) yang menekankan pentingnya keteladanan, seperti kebiasaan membawa tumbler dan hemat air wudhu.

Acara ditutup dengan pembacaan Deklarasi Bersama Gerakan Peduli Sampah Berkelanjutan oleh Ketua LLHPB PWA Sulsel, Dr. Erma Suryani Sahabuddin. Deklarasi ini menegaskan komitmen lintas pihak—pemerintah, akademisi, dan ‘Aisyiyah—untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai agenda peradaban, bukan sekadar isu teknis.

Moderator Dr. Fatmawati A. Mappasere merangkum bahwa melalui seminar ini, ‘Aisyiyah telah menegaskan perannya sebagai penggerak perubahan budaya. Kesadaran kolektif yang dimulai dari rumah tangga diharapkan mampu meluas menjadi gerakan nasional demi kelestarian bumi bagi generasi masa depan.

Kontributor: Dzikrina Farah Adiba | Humas
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/