BeritaPWA Jateng

PWA Jateng Tegaskan Dakwah Pencerahan: Soroti Nikah Siri hingga Fiqih Kebencanaan

PWMJATENG.COM, SEMARANG — Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah memaknai Ramadhan 1447 H lebih dari sekadar ritual spiritual. Melalui Pengajian Ramadhan yang digelar pada Ahad (22/2), PWA Jateng menegaskan arah dakwah perempuan yang responsif terhadap problem sosial aktual, mulai dari fiqih keluarga, etika digital, hingga kesadaran ekologis.

Ketua PWA Jawa Tengah, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menekankan bahwa Ramadhan harus menjadi energi konsolidasi ideologis bagi seluruh kader.

“‘Aisyiyah harus menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan membebaskan. Kita tidak boleh berhenti pada simbol, tetapi harus menjawab persoalan riil yang dihadapi perempuan dan keluarga hari ini,” tegas Dr. Eny di hadapan para peserta yang hadir dengan khidmat di Semarang.

Salah satu bahasan krusial dalam pengajian ini adalah tinjauan kritis terhadap praktik nikah siri. Berdasarkan perspektif Tarjih Muhammadiyah, ditegaskan bahwa pernikahan bukan hanya soal keabsahan agama, tetapi juga tanggung jawab hukum dan sosial.

Pencatatan pernikahan hukumnya wajib sebagai bentuk perlindungan hak nafkah, waris, dan status hukum bagi perempuan serta anak. Praktik nikah siri dinilai berpotensi menimbulkan mudarat besar dan mengabaikan aspek legalitas yang seharusnya melindungi martabat keluarga.

Memasuki ranah teknologi, pengajian ini mengangkat isu Birrul Walidain di Era Digital. Relasi orang tua dan anak kini menghadapi tantangan baru berupa distraksi teknologi. Peserta diajak merefleksikan etika komunikasi di ruang siber, di mana teknologi seharusnya menjadi jembatan kasih sayang, bukan pemicu jarak emosional antaranggota keluarga.

Menyikapi kondisi alam, PWA Jateng turut menyoroti Fiqih Kebencanaan. Islam menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga lingkungan. Oleh karena itu, mitigasi, kesiapsiagaan, dan solidaritas terhadap korban bencana adalah bagian dari ibadah sosial yang menunjukkan kesalehan horizontal kepada sesama dan alam semesta.

Momentum pengajian ini semakin bermakna dengan pelantikan Mubaligh ‘Aisyiyah dan Instruktur Baitul Arqam ‘Aisyiyah Jawa Tengah. Prosesi ini menjadi simbol regenerasi sistematis untuk mengawal kaderisasi ideologis di seluruh pelosok Jawa Tengah.

Senada dengan visi tersebut, perwakilan PWM Jawa Tengah, Dr. H. Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag., menyatakan bahwa ketahanan keluarga adalah fondasi peradaban. “Dakwah perempuan harus berbasis ilmu, kuat secara ideologi, dan relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.

Melalui agenda ini, PWA Jawa Tengah membuktikan komitmennya sebagai organisasi perempuan yang progresif, adaptif, dan konsisten menghadirkan solusi Islami bagi dinamika umat di masa depan.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/