Jangan Cuma Modal Bismillah, Wamendikdasmen Sentil Standar Kualitas Sekolah Swasta
PWMJATENG.COM, CIMAHI – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq secara tegas meminta pengelola sekolah swasta untuk tidak hanya mengandalkan semangat, melainkan mulai memprioritaskan inovasi dan standar kualitas sekolah swasta guna memenangkan persaingan di era digital.
Pernyataan ini muncul dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Majelis Dikdasmen dan PNF, MPKSDI, serta LP2M PWM Jawa Barat di Cimahi, Sabtu (27/6). Fajar menekankan bahwa sekolah swasta kini menghadapi persaingan yang kian ketat. Mereka harus beradaptasi dengan perubahan zaman jika ingin tetap relevan di mata masyarakat.
“Kompetisi pendidikan hari ini semakin ditentukan oleh mutu, inovasi, layanan yang baik, dan kepercayaan masyarakat. Kompetisi saat ini adalah kompetisi yang berorientasi pada layanan dan kualitas,” ujar Fajar Riza Ul Haq.
Pentingnya Perencanaan Mutu Pendidikan
Fajar secara tegas mengingatkan pengelola sekolah agar tidak lagi membangun institusi hanya berdasarkan antusiasme sesaat. Ia meminta setiap penyelenggara pendidikan memiliki perencanaan yang matang, inovatif, dan berkelanjutan.
“Jangan hanya bermodal bismillah lalu membuka sekolah. Sekolah Muhammadiyah harus dibangun dengan perencanaan, mutu, inovasi, dan keberlanjutan,” tegas Fajar.
Selain aspek manajerial, Fajar menyoroti pentingnya standar kualitas sekolah swasta sebagai garda terdepan. Saat ini, jumlah sekolah unggul di Jawa Barat masih berada di angka 12 persen. Ia menargetkan angka tersebut naik drastis hingga mencapai 30 persen melalui kerja keras semua pihak.
Strategi Menghadapi Era Digital
Pihak pengelola sekolah wajib membaca perubahan teknologi dan karakteristik generasi digital saat ini. Kemampuan literasi digital dan penguasaan teknologi menjadi syarat mutlak bagi tenaga pendidik untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang sehat.
Fajar juga menekankan bahwa sekolah swasta adalah mitra strategis pemerintah. Tanpa peran aktif dari lembaga pendidikan masyarakat seperti Muhammadiyah, pemerintah akan kesulitan memperluas akses pendidikan nasional yang bermutu.
“Pendidikan nasional tidak bisa dikerjakan pemerintah sendiri. Muhammadiyah adalah salah satu komponen bangsa yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkap Fajar.
Ia berharap kegiatan Rakorwil ini mampu memperkuat konsolidasi internal. Dengan pelayanan pendidikan yang maksimal tanpa memandang latar belakang, Muhammadiyah akan tetap mendapatkan tempat istimewa di hati masyarakat.
Kontributor: Kaka
Editor: Alafasy



