Wamen PPMI Dzulfikar Tawalla Buka-Bukaan di UMS: Pernah Jadi Sopir Hingga Bangkrut 3 Kali Sebelum Sukses
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, membagikan kisah perjalanan hidupnya di hadapan ratusan mahasiswa. Wamen PPMI Dzulfikar Tawalla mengungkapkan pengalaman pribadinya yang pernah menjadi sopir selama dua tahun. Ia bahkan mengalami kebangkrutan bisnis sebanyak tiga kali sebelum akhirnya masuk dalam jajaran pemerintahan.
Kisah inspiratif tersebut disampaikan Wamen PPMI Dzulfikar Tawalla saat menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas) BEM PTMA se-Indonesia 2026 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (29/10/2026). Di hadapan para aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (BEM PTMA), ia mengingatkan mahasiswa agar tidak cepat berpuas diri hanya dengan jabatan presiden mahasiswa di kampus.
“Pertanyaannya sekarang, setelah Anda jadi Presma ataupun Ketua BEM, what’s next? Mau jadi apa setelah ini?” ujar Wamen PPMI Dzulfikar Tawalla memotivasi peserta Silatnas BEM PTMA.
3 Kunci Utama Menentukan Masa Depan Aktivis
Menurut Wamen PPMI Dzulfikar Tawalla, masa depan seorang aktivis bergantung pada tiga hal mendasar. Ketiga hal tersebut meliputi kualitas bahan bacaan, lingkungan pergaulan, serta keberadaan mentor yang tepat. Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini menegaskan bahwa kebiasaan membaca dan relasi yang luas menjadi pondasi utama dalam membangun karir aktivis mahasiswa.
Selanjutnya, ia menceritakan perjuangannya saat pertama kali merantau dan menembus dunia kerja di Jakarta. Pengalaman menjadi sopir pribadi ia jalani demi mempelajari lingkungan baru sekaligus memperluas jaringan komunikasi. Kegagalan bisnis hingga bangkrut tiga kali justru membentuk ketahanan mental serta keterampilan praktisnya dalam menghadapi berbagai krisis.
Oleh karena itu, Wamen PPMI Dzulfikar Tawalla merumuskan tiga jalur utama yang dapat ditempuh mahasiswa untuk menata masa depan. Jalur tersebut mencakup pemanfaatan jaringan untuk peluang ekonomi, penguasaan akses kekuasaan, serta konsistensi dalam membangun aset usaha. Ia mengimbau para pimpinan BEM PTMA di UMS agar segera menyusun perencanaan hidup jangka panjang lima tahun ke depan.
Pemerintah Siapkan Program SMK Go Global
Selain memberikan motivasi kepemimpinan, Wamen PPMI Dzulfikar Tawalla turut membeberkan program strategis pemerintah bertajuk SMK Go Global. Program prioritas kementerian PPMI ini menargetkan pengiriman 500.000 tenaga kerja terampil Indonesia ke luar negeri dalam kurun waktu lima tahun.
Guna mendukung target besar tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai pelatihan vokasi dan keterampilan teknis, termasuk keahlian pengelasan (welder). Di samping itu, program SMK Go Global menyediakan pelatihan bahasa asing secara intensif, seperti bahasa Jerman, Korea, Jepang, dan Inggris, untuk menjawab kebutuhan pasar kerja internasional.
Menutup pemaparannya di kampus UMS, Wamen PPMI Dzulfikar Tawalla mengajak seluruh generasi muda untuk terus memelihara rasa optimistis terhadap masa depan bangsa. Ia menekankan bahwa kontribusi nyata dan kompetensi para aktivis BEM PTMA akan menjadi penentu utama arah pembangunan Indonesia di masa mendatang.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



