UMS Tanam Mangrove di Kendal, Dukung Gerakan Rehabilitasi 1 Juta Bibit Pesisir

PWMJATENG.COM, KENDAL — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mempertegas komitmen pelestarian lingkungan melalui partisipasi aktif dalam aksi “Kick Off Penanaman 1 Juta Mangrove”. Kegiatan strategis ini berlangsung di pesisir Pantai Jomblom, Korowelanganyar, Kabupaten Kendal, pada Rabu (29/4/2026).
Langkah ini menjadi momentum krusial untuk rehabilitasi ekosistem pesisir. Selain itu, kegiatan tersebut memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas peduli lingkungan. UMS hadir bersama perwakilan Gubernur Jawa Tengah serta Bupati Kendal dalam aksi nyata menjaga keberlanjutan alam.
Sinergi Lintas Sektor di Pesisir Jomblom
Seluruh peserta tampak antusias menanam bibit di bawah terik matahari pesisir. Mahasiswa, dosen, hingga relawan berbaur tanpa sekat untuk menghijaukan garis pantai yang telah disiapkan. Pemandangan ini mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dalam menghadapi tantangan perubahan iklim secara kolektif.
Perwakilan UMS, Yasir Sidiq, S.Pd., M.Sc, Ph.D., mengapresiasi kesempatan kolaborasi ini. Beliau menegaskan bahwa UMS sangat terbuka untuk menjalin kerja sama di bidang lingkungan hidup. Baik melalui pengabdian masyarakat maupun riset ilmiah, kampus siap memberikan kontribusi nyata bagi ekosistem.
Manfaat Ekologis untuk Masa Depan
Hutan mangrove memiliki peran vital dalam melindungi daratan dari abrasi dan menahan gelombang laut. Selain itu, ekosistem ini menjadi habitat biota laut sekaligus penyerap karbon yang sangat efektif. Oleh karena itu, penanaman ini memberikan dampak signifikan bagi mitigasi perubahan iklim global.
Bupati Kendal, Hj. Widya Kartika Permanasari, SE., MM., menekankan pentingnya perawatan pascapenanaman. Beliau mengingatkan bahwa menanam hanyalah langkah awal dari sebuah komitmen jangka panjang. Kesuksesan program ini sangat bergantung pada konsistensi seluruh pihak dalam menjaga bibit-bibit yang telah tertanam.
Implementasi Tridharma dan Edukasi Lingkungan
Keterlibatan UMS merupakan wujud nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Melalui aksi ini, dosen dan mahasiswa mendapatkan ruang untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan langsung di lapangan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi efektif bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Ketua Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Kendal, Bapak Zainal, turut mengajak masyarakat untuk menjaga kesadaran kolektif. Beliau berpesan agar aksi ini menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. Dengan komitmen yang solid, gerakan penanaman mangrove ini akan menjadi simbol tanggung jawab bersama dalam merawat bumi.
Editor: Al-Afasy



