Cegah Krisis Pangan Global, Dekan FPP UMP Dorong Percepatan Inovasi Pertanian
PWMJATENG.COM, PURWOKERTO — Dekan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FPP UMP), Dr. Anis Shofiyani, S.P., M.P., menegaskan komitmen kampus dalam menangani krisis pangan global. Oleh karena itu, pihaknya menggelar konferensi internasional 2nd ICaeAS 2026 pada Kamis (27/8/2026).
Sinergi Global Hadapi Ancaman Pangan
Forum ilmiah bergengsi ini menjadi tonggak penting bagi FPP UMP dalam memperluas jejaring akademis internasional. Bahkan, gelaran ini mempertemukan lebih dari 100 peneliti dari Indonesia hingga Asia Tenggara secara hybrid.
Langkah nyata ini selaras dengan poin kedua Sustainable Development Goals (SDGs) tentang Zero Hunger. Selain itu, Dr. Anis Shofiyani menegaskan bahwa kampus terus berupaya meracik skema sistem pangan yang resilien.
“Tahun ini menjadi momen krusial bagi FPP UMP. Sebab, kami harus terus membuka peluang kolaborasi dengan industri dan pemerintah guna mencegah krisis pangan global,” ungkap Anis di Purwokerto.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor akan melahirkan teknologi ramah lingkungan. Namun, percepatan riset terapan harus segera diterapkan di lapangan agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
Inovasi Terapan dan Rekonfigurasi Sistem Pertanian
Sejalan dengan pandangan Dekan FPP UMP, Ketua Panitia Dr. Ir. Aman Suyadi, M.P., menghadirkan empat pakar dari Hungaria, Malaysia, dan Indonesia. Oleh sebab itu, forum ini memfokuskan pembahasan pada mitigasi perubahan iklim dan ketahanan pangan.
“Kami mempertemukan para ahli untuk merumuskan rekonfigurasi sistem pertanian modern. Sehingga, gagasan ini bisa menjadi solusi konkret dalam menghadapi krisis pangan global,” jelas Aman.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMP, Assoc. Prof. Saefurrohman, Ph.D., turut mendukung penuh inisiatif FPP UMP tersebut. Apalagi, lonjakan populasi dunia kini menuntut pasokan bahan pokok yang jauh lebih tinggi dan stabil.
“Dunia sedang menghadapi ancaman degradasi lingkungan yang sangat serius. Maka dari itu, penguatan ilmu terapan menjadi kunci utama untuk membebaskan masyarakat dari krisis pangan global,” tegas Saefurrohman.
Konferensi internasional ini menghadirkan pembicara Prof. Dr. József Popp, Assoc. Prof. Dr. Noor Faizul Hadry Nordin, Prof. Dr. Wan Arfiani Barus, serta Prof. Dr. drh. Cahyono Purbomartono. Setelah itu, rangkaian acara ditutup dengan sesi presentasi paralel dan diskusi interaktif.
Melalui kepemimpinan FPP UMP, kampus ini makin mantap menjadi pilar utama pengembangan teknologi hijau. Akhirnya, terobosan dari Purwokerto ini diharapkan mampu membawa dampak nyata bagi ketahanan pangan dunia dari krisis pangan global.
Kontributor: Rfm/Chy
Editor: Akmal



