Kunjungan Edukatif Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah ke Shunde Leung Kau Kui Vocational and Technical School
PWMJATENG.COM, CHINA — Rombongan Kunjungan edukatif Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah ke Shunde Leung Kau Kui Vocational and Technical School di Kota Foshan, China, menandai babak baru transformasi vokasi tanah air. Rombongan pengurus pusat bersama jajaran kepala sekolah mengamati langsung pengelolaan sekolah berbasis kecerdasan buatan.
Kepala SMP Mutu Plus Cilacap sekaligus Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jawa Tengah, Bambang Kusmiyanto, menegaskan relevansi kegiatan ini. Menurutnya, studi lapangan ini memberi gambaran konkret mengenai ekosistem sekolah abad ke-21. Lewat agenda ini, para peserta menyerap berbagai praktik baik guna memperkuat kurikulum digital di Indonesia.
Pengintegrasian Teknologi AI dan DeepSeek
Selama Kunjungan edukatif Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah berlangsung, pemanfaatan platform digital dan kecerdasan artifisial seperti DeepSeek menjadi perhatian utama. Sekolah di Foshan memanfaatkan sistem analisis data terpadu untuk memantau bakat serta minat peserta didik secara presisi.
Bambang menilai penerapan teknologi digital tersebut sangat selaras dengan program Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di SMP Mutu Plus Cilacap. Oleh karena itu, pihak sekolah menempatkan kecerdasan buatan sebagai sarana utama penyokong tumbuh kembang siswa.
Adopsi Filosofi Sheng Kai Shaonian
Kunjungan edukatif Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah ini juga menggali filosofi Sheng Kai Shaonian. Filosofi tersebut fokus membentuk generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi masa depan. Pengelola sekolah vokasi China menyeimbangkan pencapaian akademik dengan kecakapan hidup praktis sehari-hari.
Para tenaga pengajar membekali siswa dengan beragam keterampilan nyata. Mereka mengajarkan perencanaan masa depan, pemanfaatan perangkat cerdas, seni, olahraga, hingga kegiatan sosial. Pendekatan holistik ini memastikan peserta didik memiliki kemandirian serta daya adaptasi yang tinggi.
Inspirasi Sistem Vokasi Terintegrasi
Hasil Kunjungan edukatif Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah memperlihatkan fleksibilitas jalur pendidikan vokasi yang terhubung langsung dengan perguruan tinggi. Lembaga pendidikan Muhammadiyah menjadikan model terpadu ini sebagai rujukan berharga untuk merancang jalur karier siswa secara terarah.
Melalui perjalanan belajar di kawasan Guangzhou, Foshan, dan Shenzhen, rombongan membawa pulang gagasan inovatif bagi kemajuan pendidikan nasional. Bambang optimistis hasil studi ini segera mendatangkan perubahan nyata pada sistem pembelajaran di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Kontributor: Wasis
Editor: Akmal



