Studium Generale FPH UNIMMA Bahas Art Therapy, Hadirkan Narasumber dari Malaysia

PWMJATENG.COM, MAGELANG – Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar Studium Generale bertema “Mengungkap Potensi Diri melalui Art Therapy: Aplikasi Psikologi dan Komunikasi” pada Rabu, 8 April 2026, di Auditorium Kampus 1 UNIMMA.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Amni Salsabila binti Sabli, B.A. (Hons), M.Sc. dari Universiti Muhammadiyah Malaysia. Studium generale ini menjadi wadah edukatif untuk memperkenalkan art therapy sebagai pendekatan kreatif dalam mendukung kesehatan mental, psikologi, dan komunikasi.
Dekan FPH UNIMMA, Aning Az Zahra, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa art therapy merupakan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan seni dan psikologi untuk membantu individu mengekspresikan, memahami, dan mengelola emosi melalui aktivitas kreatif, seperti menggambar, melukis, atau membuat kolase.
“Melalui pendekatan ini, individu tidak hanya diajak untuk mengekspresikan diri, tetapi juga belajar memahami emosi secara lebih utuh. Hal ini penting dalam membangun empati, kepekaan sosial, serta kemampuan membaca pesan emosional dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemahaman masyarakat tentang art therapy masih terbatas dan kerap dianggap sekadar aktivitas hiburan. Menurutnya, minimnya ruang yang mengintegrasikan art therapy, psikologi, dan komunikasi juga menjadi tantangan tersendiri.
“Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kami berupaya menghadirkan wadah edukatif yang tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga pengalaman praktis dari pakarnya agar mahasiswa dapat merasakan langsung manfaat art therapy,” tambahnya.
Dalam paparannya, Amni Salsabila menjelaskan bahwa art therapy terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan rasa percaya diri.
Dalam konteks pendidikan dan pengembangan diri, art therapy juga dinilai berperan dalam membantu individu mengenali potensi unik serta mengembangkan kreativitas sebagai kompetensi penting di era modern.
“Selain sebagai media ekspresi, art therapy juga berfungsi sebagai sarana refleksi diri yang mendalam, sekaligus menjadi bentuk komunikasi nonverbal yang mampu merepresentasikan kondisi emosional seseorang,” tuturnya.
Tidak hanya berupa penyampaian materi, kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan sesi praktik. Seluruh peserta diberi kesempatan membuat gambar sebagai bagian dari proses art therapy.
Melalui sesi ini, peserta dapat secara langsung mengekspresikan emosi dan merefleksikan diri melalui karya visual yang mereka buat. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mahasiswa mengenai penerapan art therapy dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bidang profesional.
Terselenggaranya Studium Generale ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya yang lebih peduli terhadap kesehatan mental melalui pendekatan yang kreatif dan humanis. Sebagai bagian dari komitmennya, UNIMMA terus mendorong hadirnya program-program edukatif yang relevan dan berdampak untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan sosial.
Editor: Al-Afasy



